Larangan Imigrasi! Trump Rusak Janji Piala Dunia 2026

Visa Fans Ditolak: FIFA Didesak Segera Bertindak, Iran & Haiti Terkena Dampak

Washington, DC – Komite Gedung Putih yang mengorganisir Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat (AS) menjanjikan ajang tersebut sebagai “momen persatuan global”.

Namun, janji sambutan hangat ini dibayangi oleh retorika dan kebijakan anti-imigran Presiden AS Donald Trump yang makin menguat tulis Al Jazeera.

Eksekutif Direktur Satuan Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani menegaskan upaya Departemen Luar Negeri AS mempercepat waktu wawancara visa pengunjung.

Tujuannya, memungkinkan penggemar dari seluruh dunia datang ke AS selama turnamen yang juga diselenggarakan bersama Meksiko dan Kanada. Namun, jaminan Giuliani tidak menghilangkan berbagai kekhawatiran, seperti :

  • Tidak Ada Pengecualian Khusus: Giuliani memastikan tidak akan ada pengecualian visa khusus Piala Dunia untuk penggemar dari 19 negara yang dikenai larangan bepergian AS.
  • Negara Peserta Terkena Dampak: Dua negara peserta turnamen, Haiti dan Iran, termasuk dalam daftar larangan bepergian ini.
  • Visa Pemain Dijamin, Penggemar Tidak: Giuliani berulang kali menyatakan bahwa pemain dan staf pendukung langsung dari negara-negara yang dilarang akan diberikan visa, tetapi penggemar mungkin tidak.

“Visa adalah masalah keamanan nasional,” ujar Giuliani.

Ironisnya, AS telah menolak mengeluarkan visa untuk beberapa anggota delegasi Iran yang akan menghadiri undian grup Piala Dunia.

“Anti-Tesis” Semangat Piala Dunia

Kebijakan imigrasi Trump dinilai bertentangan dengan semangat keterbukaan, dan penyambutan global yang identik dengan Piala Dunia.

  • Diskriminasi & Represi: Daniel Norona, Direktur Advokasi Amerika di Amnesty International USA mengecam pendekatan pemerintah AS.

“Anda tidak dapat memiliki persatuan jika Anda mempromosikan diskriminasi, jika Anda mempromosikan represi,” katanya kepada Al Jazeera.

  • Lingkungan Tidak Ramah: Norona menilai kebijakan Trump adalah “anti-tesis” dari Piala Dunia.

“Kami khawatir ini akan menciptakan lingkungan yang tidak ramah, dan secara keseluruhan bermusuhan bagi para penggemar dan pemain,” tambahnya.

  • Ancaman Deportasi: Norona menyoroti penindakan imigrasi bisa memengaruhi warga Haiti di AS yang ingin mendukung tim mereka, seiring pemerintah Trump terus mencabut perlindungan imigrasi.

Andrew Giuliani berbicara kepada wartawan di Washington – Foto: Dok. Deplu AS [Sherry L Brukbacher]
Penggerebekan di Pertandingan

Kekhawatiran utama lain adalah potensi penargetan imigran tanpa dokumen (undocumented immigrants), di sekitar pertandingan.

Giuliani tidak mengesampingkan kemungkinan penggerebekan oleh Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE), yang menargetkan imigran tanpa dokumen di tempat-tempat Piala Dunia.

“Presiden tidak mengesampingkan apa pun yang akan membantu membuat warga Amerika lebih aman,” kata Giuliani.

Mneurut Norona, penggerebekan hanya “mendorong efek mengerikan bagi para penggemar dan komunitas sepakbola lainnya, yang ingin menghadiri pertandingan mereka.”

Populasi imigran tanpa status reguler di AS diperkirakan mencapai sekitar 14 juta orang, dan banyak di antaranya berasal dari komunitas Latin pencinta sepakbola.

Gaya Unik atau Pilihan Disengaja ?

Ketika ditanya tentang retorika anti-imigran Trump yang kerap kontroversial   seperti menyebut orang Somalia di AS “sampah” – Giuliani berargumen bahwa itu adalah “gaya yang unik.”

“Menurut saya, itu mengapa dia adalah pemimpin yang sangat efektif, sejujurnya, dan saya pikir itulah mengapa dia benar-benar menjadi tuan rumah yang sempurna untuk Piala Dunia luar biasa ini,” klaim Giuliani.

Ia menyarankan bahwa pendekatan Trump yang dinilai fanatik adalah bentuk kejujuran. “Dia orang New Yorker seperti saya. Kadang-kadang kami mengatakan hal-hal yang sedikit berbeda dari politisi yang dipoles,” katanya. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *