Manchester, Inggris – Untuk pertama kalinya sejak musim 2020/2021 lalu, Manchester City akan bertanding di ajang final Piala EFL.
Pada edisi tahun ini, The Citizens memastikan kehadirannya di babak terakhir usai menumbangkan juara bertahan, Newcastle United, dengan hasil akhir 3-1 dalam pertandingan leg kedua semifinal pada Kamis (05/02/26).
Manchester City, yang memulai pertemuan ini dengan keunggulan agregat 2-0, memberikan penampilan cemerlang dalam 30 menit pertama waktu pertandingan.

Dalam periode tersebut, sang tuan rumah memamerkan jawaranya dengan kumpulan tiga gol yang menghancurkan gawang The Magpies.
- Papan skor sudah dibuka lebar sebelum pertandingan mencapai menit ke-10 oleh Omar Marmoush.
- Meskipun ia sempat dicegat oleh Dan Burn, bola tetap memantul dari kaki Marmoush dan melayang tinggi ke dalam gawang tamu. (7’)
Keunggulan The Citizens baru dilebarkan pada setengah jam waktu pertandingan, oleh deretan dua gol yang diukir secara beruntun dalam rentang waktu tiga menit.
- Marmoush mencetak gol keduanya dalam pertemuan ini ketika ia menyundul umpan silang Antoine Semenyo, yang sempat dicegat oleh Kieran Trippier. (29’)
- Tidak lama kemudian, Tijjani Reijnders ikut mencantumkan namanya dalam papan skor dengan sebuah tembakan datar yang melintas mulus dari tengah kotak penalti. (32’)
Dengan lawannya yang kini unggul 5-0 dalam skor agregat, harapan Newcastle untuk kembali menancapkan kakinya di final Piala EFL sepertinya sudah musnah jauh sebelum akhir babak pertama.
Meskipun demikian, The Magpies tidak ingin tinggal diam menerima nasibnya dan berupaya keras untuk meningkatkan tempo permainannya dalam babak kedua.
Tidak lama setelah melewati satu jam pertandingan, Newcastle berhasil memotong selisih skor antara kedua kubu menjadi 3-1.
- Anthony Elanga, yang menerobos lini belakang tuan rumah dari bagian sayap kanan, bergerak lincah melewati barisan pertahanan The Citizens dan sukses melepaskan tendangan jitu yang menemukan tempatnya di dalam gawang. (63’)
Tidak lama kemudian, Newcastle kembali merobek gawang Manchester City. Sayangnya bagi sang tamu, gol yang diciptakan oleh Harvey Barnes tersebut dibatalkan akibat offside.
Newcastle mengerahkan segala kemampuan mereka untuk mengejar ketertinggalannya. Namun pada akhirnya, dengan Manchester City yang kembali mengendalikan permainan dalam masa penghujung laga, The Magpies gagal melaksanakan tugas tersebut, yang dari awal sudah terlihat mustahil.
Berkat kemenangan telak tersebut, Manchester City, untuk ke-10 kalinya dalam seluruh sejarahnya, berhasil mencapai final Piala EFL , dimana mereka akan bertarung menghadapi Arsenal pada Maret mendatang.
“Para pemain benar-benar bagus. Skor (agregat) 5-1 sungguh luar biasa melawan juara bertahan Carabao Cup.” puji pelatih The Citizens, Pep Guardiola, sebagaimana dikutip dari situs resmi Manchester City.
Guardiola lalu menambahkan: “Kami akan berangkat ke London dan saya sangat senang bisa kembali ke sana dalam kompetisi ini setelah bertahun-tahun.”
Selagi menunggu pertemuan final tersebut, Manchester City kembali mengalihkan perhatiannya menuju Premier League, dimana mereka telah ditunggu oleh sebuah ujian besar.
Pada pekan pertandingan ke-25 Liga Inggris, Manchester City harus menantang sang juara bertahan, Liverpool. (VT)
Baca juga :





