Menlo Park,Amerika Serikat – CEO Meta, Mark Zuckerberg, resmi memperkuat ambisi kecerdasan buatannya dengan merekrut Alexandr Wang untuk memimpin unit baru, Meta Superintelligence Labs (MSL).
Meta menggelontorkan investasi raksasa senilai USD 14 miliar atau sekitar Rp218 triliun ke perusahaan besutan Wang, Scale AI.
Di awal tahun 2026 ini, pengaruh Wang di industri teknologi semakin tak terbantahkan. Pemuda berusia 28 tahun tersebut baru saja dinobatkan masuk dalam daftar Forbes 40 Under 40: The Richest Self-Made Billionaires.
Menurut data terbaru Forbes, kekayaan bersih Wang kini diperkirakan mencapai USD 3,2 miliar (sekitar Rp50 triliun).
Perjalanan dari MIT ke Puncak Silicon Valley
Latar belakang Alexandr Wang adalah perpaduan antara kecerdasan akademis dan keberanian mengambil risiko.
Lahir dari orang tua yang berprofesi sebagai fisikawan nuklir, Wang memiliki ketertarikan mendalam pada matematika dan ilmu komputer sejak kecil.
Perjalanan karier Alexandr Wang:

- Dropout dari MIT: Wang meninggalkan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di usia 19 tahun untuk fokus membangun bisnis.
- Mendirikan Scale AI: Didirikan pada 2016, perusahaan ini berfokus pada penyediaan data berlabel yang sangat akurat untuk melatih model AI.
- Mitra Raksasa Teknologi: Sebelum merger dengan Meta, Scale AI merupakan pemasok data utama bagi perusahaan besar seperti NVIDIA, Amazon, dan OpenAI.
- Valuasi Fantastis: Pada pertengahan 2025, valuasi Scale AI melonjak hingga mendekati USD 29 miliar setelah investasi strategis dari Meta.
Mengapa Meta Bertaruh pada Wang?
Investasi senilai USD 14 miliar ini bukan sekadar akuisisi talenta. Meta kini memiliki akses penuh ke sistem data-annotation milik Scale AI yang sangat krusial untuk melatih model AI generasi berikutnya.
Di bawah kepemimpinan Wang, Meta Superintelligence Labs akan mengonsolidasikan seluruh riset, infrastruktur, dan pengembangan produk AI Meta.
Langkah ini dipandang sebagai upaya Zuckerberg untuk mengungguli kompetitor berat seperti Google DeepMind dan OpenAI dalam perlombaan menuju “Superintelligence” atau kecerdasan yang melampaui kemampuan manusia.
Meski ambisius, tantangan besar menanti Wang di Meta, mulai dari integrasi teknologi hingga pengawasan regulasi keamanan AI yang semakin ketat secara global seperti yang di kutip oleh Forbes (YA)





