Masterclass Strategi: Bisa Tarik KPR 100% di Muka, BSDE ‘Gaspol’ Target Rp 10 Triliun!

Kepercayaan Perbankan Menjadi Rahasia Keunggulan Yang Hanya Dimiliki Raksasa Properti

Jakarta – Di saat bursa saham global menahan napas akibat sentimen tarif Donald Trump yang tak menentu, sebuah anomali besar terjadi di jantung BSD City.

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memilih untuk tidak ikut panik, dan justru meletakkan sebuah angka yang terdengar mustahil bagi banyak orang, yaitu Rp 10 Triliun.

Ini adalah “angka psikologis” yang hanya berani disentuh raksasa properti di Indonesia. Saat pemain lain mulai menginjak rem dan melakukan revise down (menurunkan target), BSDE justru tetap “gaspol” tanpa kompromi.

Privilege Tidak Dimiliki Pengembang Kecil

Mengapa BSDE begitu percaya diri ? Jawabannya ada pada “Privilege Struktur”. Hermawan Wijaya, Direktur PT BSDE membocorkan rahasia dapur yang selama ini jarang diketahui publik.

BSDE memiliki kekuatan untuk menarik 100% Mortgage Disbursement begitu konsumen tanda tangan, tanpa perlu menunggu progres bangunan fisik.

“Begitu konsumen tanda tangan, kita bisa tarik 100% dari nilai KPR mereka. Ini mendukung cashflow kita secara masif,” ungkap Hermawan dalam gelaran Sinar Mas Land Property Outlook 2026.

Privilege ini, ditambah fasilitas LTV (Loan to Value) hingga 0%, menjadi “peluru” utama yang membuat BSDE tetap steady.

Namun, uang bukan satu-satunya kekuatan. Martin Samuel Hutapea dari Leads Property menyambungkan benang merahnya dari sisi makro: Indonesia punya bonus demografi yang “lapar” akan hunian.

Menjahit Keyakinan di Tengah Krisis

Narasi sukses BSDE di tahun 2025 yang mencapai Rp 10,43 Triliun, adalah hasil jahitan strategi yang presisi antara ekonomi makro, adaptasi korporasi, dan keberanian eksekusi.

Associate Director Research & Consultancy Department, PT Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea menunjuk pada penurunan suku bunga BI ke angka 4,75%.

“Indikator makro menunjukkan pergerakan konstruksi di sektor properti justru meningkat dari 6,5% menjadi 13%,” jelasnya. Inilah fondasi keyakinan pasar.

(Ki-Ka): Hermawan Wijaya (Direktur PT BSDE), Lindawaty (Kepala BUPP KEK ETKI Banten), Herry Hendarta (DG CEO Strategic Development & Assets SML), Martin Samuel Hutapea (Associate Director Leads Property Services Indonesia), & Quinta Binar (AVP of PR SML) dalam acara Sinar Mas Land Property Outlook 2026

Sementara Herry Hendarta, Deputy Group CEO Strategic Development & Assets Sinar Mas Land menjelaskan bahwa rahasianya adalah tailored-marketing.

“Strategi kita adalah tailor dengan affordability. Produk kita desain sedemikian rupa agar bisa menembus psikologis market di bawah Rp 2 Miliar,” kata Herry.

Direktur BSDE, Hermawan mengunci narasi tersebut dengan optimisme target 2026. Meski Q1 dibayangi tantangan musiman seperti Lebaran, ia yakin sektor residensial akan menyumbang lebih dari Rp 5 Triliun.

Peta Strategis Angka 10 T

BSDE tidak melempar dadu. Mereka memiliki portofolio yang sangat beragam, yang mereka sebut sebagai “lapangan bermain yang luas”.

  • Segmentasi 50:50: Membagi target residensial secara adil antara hunian mewah (di atas Rp 5 Miliar seperti NavaPark) dan hunian milenial (di bawah Rp 2 Miliar).
  • Land Sales & JV: Menjual lahan kepada mitra strategis (Joint Venture) yang menyumbang target Rp 1,5 Triliun per tahun.
  • Resiliensi End-User: Meski investor “gonjang-ganjing” karena efek Trump, end-user (orang yang benar-benar butuh rumah) tidak peduli. Mereka hanya butuh cicilan yang masuk akal dan tenor panjang hingga 20-25 tahun.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan BSDE di ambang 2026 adalah sebuah pernyataan sikap. Di saat dunia penuh ketidakpastian, BSDE menawarkan “kepastian ekosistem”.

Dengan status KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) yang dipaparkan Lindawaty (Head of BUPP KEK ETKI) sebagai pelengkap insentif pajak, BSD City bukan lagi sekadar perumahan, melainkan sebuah hub ekonomi yang mandiri.

BSDE membuktikan bahwa menjadi raksasa bukan soal ukuran badan, tapi soal seberapa kuat pondasi kepercayaan yang dibangun di mata perbankan dan konsumen.

Target Rp 10 Triliun adalah sebuah keniscayaan bagi mereka yang tahu cara memainkan kartu di tengah badai. (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *