Jakarta – Mimpi kuliah di luar negeri, seringkali terbentur tembok besar bernama biaya.
Jerman dan Jepang kini menjadi destinasi favorit mahasiswa Indonesia karena kualitas pendidikan kelas dunia, namun biaya hidup di sana memang tidak murah.
Kabar baiknya, sederet beasiswa bergengsi selain DAAD akan membuka pendaftaran pada awal tahun 2026 untuk membantu kita kuliah gratis sampai lulus.
Bagi yang mengincar Jerman, ada opsi beasiswa dari pemerintah hingga organisasi non-pemerintah yang mencakup biaya hidup puluhan ribu Euro.
Sementara itu, Jepang yang sedang menghadapi krisis populasi juga memberikan “surga pendidikan” lewat berbagai bantuan finansial yang sangat menggiurkan bagi anak muda Indonesia.
Peluang Emas Studi di Jerman
Kuliah di Jerman bukan cuma soal DAAD. Berdasarkan Laman Resmi Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI), ada beberapa jalur lain yang bisa kita coba untuk menembus kampus-kampus di Eropa, diantaranya adalah :

- Indonesia-German Scholarship Programme (IGSP): Khusus untuk dosen tetap di bawah Kemendikbudristek yang ingin lanjut S3. Syaratnya usia maksimal 50 tahun dengan skor IELTS minimal 6.0.
- Erasmus+ (Erasmus Mundus): Program dari Komisi Eropa ini memberikan subsidi hingga 48.000 Euro (sekitar Rp 800 Juta) untuk program Master dua tahun. Beasiswa ini menanggung biaya kuliah, perjalanan, hingga uang saku bulanan.
- Beasiswa Partai Politik (FES, FNS, Heinrich Boll): Jerman punya keunikan di mana organisasi terkait partai, seperti Friedrich Ebert Stiftung atau Friedrich Naumann Stiftung memberikan beasiswa bagi mahasiswa internasional. FNS misalnya, memberikan bantuan 850 Euro per bulan untuk jenjang S2.
Jepang Tawarkan Surga Pendidikan
Jepang tak kalah kompetitif dalam menarik bagi talenta internasional. Situs Resmi MEXT (Monbukagakusho) Jepang merilis daftar beasiswa yang diprediksi buka mulai Januari 2026, diantaranya adalah :

- Beasiswa LPDP (Tahap 1: Jan–Feb 2026): Beasiswa “sejuta umat” ini bisa membawa kita ke kampus top seperti University of Tokyo atau Kyoto University dengan benefit super lengkap, mulai dari biaya kuliah hingga tunjangan keluarga untuk S3.
- Hashiya Foundation (Nov–Jan 2026): Khusus untuk mahasiswa Indonesia! Kita bisa dapat biaya hidup sekitar Rp 12,3 Juta per bulan untuk kuliah S1 hingga S3.
- Beasiswa MEXT (April–Mei 2026): Ini favorit banyak orang karena tidak wajib menyertakan sertifikat TOEFL/IELTS, jika kita memiliki kemampuan bahasa Jepang (JLPT) minimal level N3.
- Japan World Bank Graduate Scholarship: Cocok buat yang mengincar S2 bidang Ekonomi dan Pembangunan. Tidak hanya di Jepang, jalur ini juga bisa membawa kita ke kampus mitra di Amerika atau Eropa.
- Rotary Peace Fellowship (Februari 2026): Fokus pada bidang Keamanan dan Resolusi Konflik, di International Christian University Jepang. Fasilitasnya termasuk kesempatan magang di perusahaan bergengsi.
Persyaratan Umum Harus Disiapkan
Meski setiap program punya aturan main masing-masing, ada beberapa dokumen “tempur” yang wajib kita cicil dari sekarang agar tidak kewalahan saat pendaftaran dibuka, seperti :
- Ijazah dan Transkrip Nilai: Pastikan sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris atau bahasa negara tujuan oleh penerjemah tersumpah.
- Sertifikat Bahasa: Siapkan skor IELTS (rata-rata 6.0 – 6.5) atau JLPT untuk kamu yang mau ke Jepang.
- Letter of Acceptance (LoA): Surat penerimaan dari kampus tujuan (beberapa beasiswa mewajibkan ini sejak awal).
- Surat Rekomendasi: Hubungi dosen atau tokoh masyarakat yang mengenal profil akademikmu dengan baik.
Mempersiapkan beasiswa bukan cuma soal pintar secara akademik, tapi juga soal ketelitian memenuhi administrasi dan kecepatan mencari informasi.
Jadi, sudah tentukan mau pilih vibe Eropa yang klasik atau Jepang yang futuristik ? (YA)





