Menang Lelang Hotel Makkah, Kampung Haji Indonesia 500 Meter Dari Masjidil Haram

Fasilitas Hotel Diproyeksikan Mampu Menampung 24.000-25.000 Jamaah Untuk Sementara

Bogor – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memastikan telah memenangkan proses bidding pembelian hotel, dan lahan strategis di Makkah, Arab Saudi.

Aset tersebut akan menjadi bagian utama dari pembangunan Kampung Haji Indonesia di Tanah Suci.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi mengatakan pembelian tersebut mencakup hotel yang sudah siap digunakan, serta lahan yang akan dikembangkan secara bertahap untuk mendukung kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia.

Hotel yang telah dibeli rencananya mulai dapat dimanfaatkan pada musim haji tahun ini.

“Jadi kan ada yang bentuknya hotel yang sudah jadi dan kemudian itu kita beli, yang tahun ini Insya Allah sudah bisa kita pergunakan,” ujar Prasetyo kepada wartawan.

Fasilitas hotel tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 24.000 hingga 25.000 jamaah secara sementara.

Selain hotel, pemerintah juga memperoleh lahan yang akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu Kampung Haji Indonesia.

Lokasi Strategis, Dekat Masjidil Haram

Prasetyo mengungkapkan, Pemerintah Arab Saudi memberikan keistimewaan kepada Indonesia untuk memilih lokasi lahan yang dinilai sangat strategis.

Presiden Prabowo pun telah menetapkan satu lokasi utama yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.

Lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan Kampung Haji Indonesia yang terintegrasi, mencakup fasilitas akomodasi, pusat perbelanjaan, layanan kesehatan, hingga area pendukung lainnya.

Pemerintah berharap kawasan ini tidak hanya melayani jamaah haji, tetapi juga jamaah umrah yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Menurut Prasetyo, jumlah jamaah umrah Indonesia hampir mencapai 1,8 juta orang per tahun, sehingga keberadaan fasilitas terpadu di Makkah dinilai memiliki potensi ekonomi dan pelayanan yang sangat besar.

Rencana Pengembangan Terpadu

Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah telah membeli Hotel Novotel Thakher Makkah beserta lahan seluas sekitar 5 hektare.

  • Hotel tersebut memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara.
  • Dengan kapasitas sekitar 4.383 jemaah haji.
  • Pemerintah merencanakan pembangunan 13 menara tambahan.
  • Sehingga total kamar akan meningkat menjadi 6.025 kamar.

Selain akomodasi, kawasan Kampung Haji Indonesia juga dirancang memiliki pusat perbelanjaan, food court, serta klinik kesehatan guna menunjang kenyamanan dan kebutuhan jemaah selama beribadah.

“Yang (LOT) nomor 3. Itu untuk jadi apanya ? Nanti kita akan bangun Kampung Haji itu. Jadi yang ada hotel, ada mal, dan lain-lain itu ya? Iya, kita berharap juga ada klinik di situ,” ungkap Rosan.

Dari sisi investasi, nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar US$ 500 juta.

Sementara itu, rencana pengembangan lanjutan berupa pembangunan 13 menara tambahan serta pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan dana sebesar US$ 700 hingga US$ 800 juta.

Dengan lokasi yang lebih dekat dibandingkan pemondokan jamaah selama ini, yang umumnya berjarak 4,5 hingga 6 kilometer dari Masjidil Haram, Kampung Haji Indonesia diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, kenyamanan, serta kualitas layanan ibadah jamaah haji dan umrah Indonesia di masa mendatang. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *