Musk & Durov Sepakat Sebut WhatsApp Sebagai ‘Lubang Jarum’ Bagi Hacker!

"Aliansi" Dua Raksasa Teknologi: Saat X dan Telegram 'Mengeroyok' Keamanan WhatsApp

New York, AS – Perang dingin antar-platform pesan instan kembali memanas di awal tahun 2026.

Miliarder teknologi Elon Musk secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap kritik tajam yang dilontarkan CEO Telegram, Pavel Durov, mengenai sistem keamanan WhatsApp.

Melalui sebuah interaksi singkat namun berdampak besar di platform X, Musk mengonfirmasi bahwa timnya menemukan celah keamanan yang mengkhawatirkan pada aplikasi milik Meta tersebut, memicu perdebatan global mengenai privasi data pengguna.

Perseteruan ini bukan sekadar adu mulut antar-tokoh teknologi, melainkan sebuah peringatan serius bagi miliaran pengguna WhatsApp di seluruh dunia tentang apa yang terjadi di balik layar enkripsi mereka.

Kritikan Dari “Markas” Telegram

Pavel Durov memulai serangan ini dengan pernyataan yang cukup kontroversial. Menurutnya, mengandalkan WhatsApp sebagai benteng privasi di masa sekarang adalah sebuah kekeliruan besar.

Dilansir dari Russian News Agency (TASS) yang mengutip dari X, Durov menyebut bahwa seseorang harus “benar-benar hilang akal” jika masih mempercayai keamanan WhatsApp pada tahun 2026.

Durov mengklaim tim Telegram telah membedah bagaimana WhatsApp mengimplementasikan enkripsinya. Hasilnya ? Mereka menemukan banyak pintu masuk bagi serangan siber.

Interaksi yang memicu keramaian di jagat maya terjadi, ketika Elon Musk membalas unggahan Durov dengan satu kata singkat namun lugas: “Benar.”

Musk tidak hanya sekadar setuju secara verbal, namun ia juga membawa data teknis dari tim pengembangnya sendiri.

Tim ahli Musk dikabarkan telah melakukan audit independen terhadap protokol enkripsi WhatsApp. Mereka menemukan bahwa meskipun label “End-to-End Encryption” selalu digaungkan, terdapat celah dalam implementasi teknisnya yang memungkinkan pihak ketiga melakukan serangan atau penyadapan data.

Musk yang kini memimpin X (sebelumnya Twitter) memang dikenal sebagai pengkritik vokal kebijakan privasi Meta, dan dukungannya terhadap Durov semakin mempertegas posisi “perlawanan” terhadap dominasi Mark Zuckerberg..

Sinergi kritik antara bos X dan bos Telegram ini diperkirakan akan memicu gelombang migrasi pengguna ke aplikasi yang dianggap lebih transparan, atau setidaknya, memaksa Meta untuk memberikan penjelasan teknis yang lebih jujur kepada publik. (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *