Musk Menyerang! RUU Trump Disebut ‘Aib Memalukan Kongres

Elon Musk: RUU Belanja dan Pajak Presiden Trump Sebagai “Bunuh Diri Politik” Bagi Partai Republik

Washington, AS – Di tengah panasnya debat di Senat Amerika Serikat, sebuah pernyataan tajam dari Elon Musk menghentak ruang publik: “Sangat tidak masuk akal dan merusak.”

Demikian sang pendiri Tesla dan SpaceX menyebut versi terbaru dari Rancangan Undang-Undang (RUU) pajak dan belanja besar-besaran yang diusulkan oleh Presiden Amerika, Donald Trump.

Pernyataan tersebut dilontarkan pada Sabtu (28/06/25), tepat saat Senat bersiap untuk melakukan pemungutan suara pembuka terhadap RUU sepanjang hampir 1.000 halaman itu yang dikenal publik sebagai “One Big Horrible Bill.”

Foto: SS Akun X Elon Musk

“RUU terbaru ini akan menghancurkan jutaan lapangan pekerjaan di Amerika, dan menyebabkan kerusakan strategis besar bagi negara kita!” tulis Musk di platform X, seraya menambahkan, “Ini sungguh sangat tidak masuk akal dan merusak.”

Musk tidak hanya mengkritik isi RUU tersebut, tetapi juga memperingatkan dampak politik yang bisa ditimbulkannya.

“Mengesahkan paket ini akan menjadi bunuh diri politik bagi Partai Republik,” tegasnya dikutip dari The Guardian.

Menurut Musk, RUU ini justru menyokong “industri-industri masa lalu” seperti bahan bakar fosil, sambil melemahkan investasi pada energi terbarukan dan inovasi teknologi. Baginya, masa depan Amerika tidak boleh dibangun dengan subsidi kepada masa lalu.

Musk juga memperkuat argumennya dengan mengutip pernyataan Jesse Jenkins, Insinyur Sistem Energi dari Princeton University yang menyebut bahwa, “Produsen mobil tidak menginginkannya. Perusahaan listrik tidak menginginkannya. Pengembang pusat data tidak menginginkannya. Bahkan industri manufaktur intensif energi pun menolaknya.”

Balasan Elon Musk, “Pertanyaan yang bagus. Siapa yang menginginkan ini ?”

RUU Trump: Apa Isinya dan Siapa yang Menentang?

RUU yang sedang dibahas mencakup :

  • Perpanjangan pemotongan pajak era Trump
  • Pengurangan anggaran Medicaid dan kupon makanan (food stamps)
  • Subsidi besar untuk industri tradisional seperti batu bara dan minyak
  • Pemotongan tajam pada program energi bersih

Sementara Partai Republik mendorong RUU ini demi memenuhi tenggat 4 Juli yang ditetapkan Trump, sejumlah senator dari partai mereka sendiri mulai menunjukkan keraguan.

Kelompok konservatif fiskal memprotes bahwa RUU ini akan semakin memperburuk utang nasional AS, yang kini sudah melampaui $34 triliun (Data U.S. Treasury, 2025).

Konflik Terbuka Musk vs Trump: Episode Lanjutan

Foto: Dok. The Guardian

Ini bukan kali pertama Elon Musk menyerang legislasi Trump. Awal bulan ini, ia menyebut versi DPR dari RUU tersebut sebagai  “Kejahatan menjijikkan yang penuh dengan babi-babi rakus Kongres. Malu pada kalian yang memilihnya,” kutip The Guardian.

Meski dalam beberapa waktu terakhir Musk berupaya memperbaiki hubungan dengan Trump terutama sejak ia tampil di berbagai forum konservatif, namun komentarnya kali ini membuka kembali jurang konflik antara kedua tokoh itu.

Dinamika politik di Senat Amerika saat ini sangat rapuh. Partai Republik memiliki mayoritas tipis, dan membutuhkan suara bulat dari internal partai untuk bisa mengesahkan RUU ini tanpa dukungan Demokrat.

Namun perpecahan internal ditambah tekanan dari tokoh berpengaruh seperti Musk, bisa membuat agenda Trump tersendat. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *