Nanas Batu Incaran Warga Jogja Buka Puasa

Rahasia kesegaran takjil Ramadan yang paling dicari.

Yogyakarta – Memasuki pertengahan bulan Ramadan 2026, geliat ekonomi di Pasar Bringharjo, Kota Yogyakarta, menunjukkan tren positif, khususnya pada komoditas buah-buahan.

Permintaan buah nanas dilaporkan melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa karena tingginya antusiasme masyarakat dan pelaku usaha menjadikannya bahan utama takjil serta persiapan kue Lebaran.

Peningkatan signifikan ini dirasakan langsung oleh para pedagang di pasar bersejarah tersebut. Atun, salah satu pedagang buah di Pasar Bringharjo, mengaku kewalahan melayani pembeli yang datang silih berganti sejak pagi buta.

“Ramadan ini permintaan cukup tinggi, sekitar 500 buah per hari habis terjual. Setiap dua hari sekali, stok 1.000 buah yang saya sediakan selalu ludes,” ungkap Atun saat ditemui di lapaknya, Kamis (26/2/2026).

Primadona dari Jawa Timur

Dari sekian banyak varietas, Nanas Lokal jenis Batu yang didatangkan langsung dari Jawa Timur menjadi incaran utama pelanggan.

Nanas Lokal jenis Batu

Nanas ini dinilai memiliki keunggulan karakteristik yang sulit ditemukan pada jenis lain.

Berikut adalah alasan mengapa Nanas Batu begitu diminati:

  • Rasa Seimbang: Memiliki perpaduan rasa manis yang pas dan tingkat keasaman yang rendah.
  • Tekstur Ideal: Cocok diolah menjadi berbagai macam hidangan tanpa mudah hancur.
  • Multifungsi: Digunakan sebagai bahan es buah, sirup segar, hingga selai isian nastar.

Meski permintaan melonjak tajam, harga nanas di lapak Atun relatif stabil dan terjangkau. Satu buah nanas dibanderol seharga Rp7.500. Konsumennya pun beragam, mulai dari ibu rumah tangga hingga sektor korporasi.

“Pembelian eceran biasanya berkisar dua hingga empat buah per orang. Namun, pelanggan utama kami tetap dari kalangan pelaku usaha kuliner dan pemasok sejumlah supermarket di Yogyakarta,” tambah Atun.

Nanas batu tidak mudah hancur

Selain nanas, Atun juga mengoptimalkan penjualannya dengan menyediakan buah stroberi asal Jawa Barat seharga Rp8.500 per kemasan kecil (isi 15 buah) sebagai pelengkap variasi buah segar bagi para pemburu takjil.

Fenomena melonjaknya permintaan nanas di Pasar Bringharjo bukan sekadar angka statistik, melainkan potret bagaimana tradisi kuliner Ramadan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal secara masif. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *