Newcastle, Inggris – Sepakbola bukan soal siapa yang menyerang paling banyak, tapi soal siapa yang tetap tenang hingga peluit terakhir.
FC Barcelona membuktikan hal itu saat mereka nyaris “tewas” di tangan Newcastle United dalam leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/03/26) dinihari.
Sempat tertinggal hingga menit-menit berdarah, Blaugrana berhasil membawa pulang hasil imbang 1-1 berkat eksekusi penalti dingin Lamine Yamal di detik paling akhir pertandingan.
Gempuran Tanpa Henti
Sejak AC/DC menggema lewat lagu Thunderstruck sebelum kick-off, atmosfer St James’ Park memang sudah terasa “beracun” bagi Barca.
Newcastle United yang tampil dengan energi penuh terus memaksa Barca bertahan sangat dalam. Anthony Elanga menjadi momok menakutkan, berkali-kali melesat melewati lini belakang Barca.
Tanpa kreativitas yang biasanya mengalir, Barca praktis hanya bisa mengandalkan ketangguhan duet bek tengah dan kesigapan Joan Garcia.
Bahkan, peluang emas Robert Lewandowski pun sempat meleset tipis, menambah rasa frustrasi di kubu tamu.
- Drama mencapai puncaknya di menit ke-85. Harvey Barnes, yang tampil tajam musim ini, berhasil melepaskan diri dari kawalan dan menyontek umpan silang Jacob Murphy.
- Stadion pecah! Suporter Newcastle sudah membayangkan kemenangan bersejarah di depan mata.
- Namun, drama Liga Champions selalu punya skenario lain. Saat wasit Eric Wattellier bersiap meniup peluit panjang di menit ke-96, Dani Olmo dijatuhkan Malick Thiaw di kotak terlarang.
- Lamine Yamal, yang memikul beban satu klub, maju tanpa ragu. Dengan tendangan tenang, ia mengecoh Aaron Ramsdale dan membungkam seisi stadion.
Usai laga, Pelatih Barcelona, Hansi Flick mengakui timnya tampil buruk saat menguasai bola.
“Kami tidak bermain bagus saat memegang bola, kami terlalu sering kehilangan bola dan banyak bikin salah. Itulah yang Newcastle mau,” keluh Flick dikutip dari Situs Resmi Barcelona.
Sementara bagi Manajer Newcastle United, Eddie Howe, hasil ini terasa kejam karena timnya mendominasi hampir sepanjang laga.
“Kami harus percaya kalau kami masih punya peluang besar. Performa kami sangat bagus. Hasil imbang ini terasa kejam bagi kami, tapi itulah kualitas mereka. Kalau kamu lengah sedetik saja, mereka akan menghukummu,” ujar Howe dilansir dari Situs Resmi Newcastle United.
Bagi Barca, hasil 1-1 adalah modal berharga. Mereka berhasil selamat dari “neraka” di Inggris utara dan kini memegang kendali untuk leg kedua yang akan digelar di Spotify Camp Nou.
Melihat rapuhnya lini tengah Barca saat menghadapi kecepatan Newcastle, apakah Hansi Flick berani melakukan perombakan total di leg kedua nanti ? Sampaikan analisis Anda di kolom komentar! (*)
Baca juga :





