Parlemen Gagal Sepakat Soal Sanksi Israel, Kabinet Dilanda Pengunduran Diri Massal!

Belanda Enggan Boikot Produk dan Senjata dari Israel, Mayoritas Setuju Gempur Hamas

Amsterdam, Belanda — Parlemen Belanda gagal mencapai kesepakatan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Israel, sebuah keputusan yang memicu krisis politik dan pengunduran diri massal menteri-menteri dari partai New Social Contract (NSC).

Menurut laporan stasiun penyiaran publik NOS, kegagalan ini terjadi setelah Menteri Luar Negeri, Caspar Veldkamp dan semua menteri dari NSC mundur dari jabatannya pada Sabtu (24/08/25).

Anggota parlemen Belanda menolak usulan untuk mengambil langkah lebih lanjut terhadap Israel, termasuk memboikot produk dari wilayah pendudukan ilegal dan melarang pembelian senjata dari Israel.

Meskipun sebagian besar oposisi mendukung langkah-langkah ini, usulan tersebut gagal mendapat suara mayoritas setelah NSC menarik diri.

Menteri Pertahanan Ruben Brekelmans (kiri) bersama Anggota Parlemen dari NSC, Nicolien van Vroonhoven berdebat tentang Gaza – Foto: Dok. Dutch News

Selain itu, usulan untuk mengakui negara Palestina juga gagal mendapatkan mayoritas suara di parlemen.

Namun, para anggota parlemen sepakat untuk menyerukan pemerintah Israel agar mengizinkan jurnalis dan pengamat internasional memasuki Gaza. Mereka juga mencapai konsensus mengenai “penghancuran total” Hamas.

Perdana Menteri Menyesal, Koalisi Runtuh

Perdana Menteri sementara, Dick Schoof menyatakan penyesalannya yang mendalam atas keputusan pengunduran diri para menteri, terutama mengingat tanggung jawab kabinet dalam fase pemerintahan sementara ini.

Melalui unggahan di media sosial X, Schoof menjelaskan bahwa meskipun semua pihak menyadari situasi di Gaza “dramatis,” pengakuan tersebut “tidak mengarah pada kesimpulan bersama di antara ketiga partai.”

Dick Schoof – Foto: Dok. NOS

“Kepergian menteri-menteri NSC membuat refleksi lebih lanjut atas situasi politik yang terjadi menjadi perlu,” jelasnya dikutip dari NOS.

Schoof kini menghadapi tantangan berat dengan koalisi yang tersisa hanya terdiri dari dua partai, yakni VVD (liberal sayap kanan) dan partai petani BBB, yang hanya menguasai 32 dari 150 kursi parlemen.

Situasi ini membuat Schoof membatalkan rencana perjalanannya ke Ukraina minggu depan, untuk mengatasi krisis domestik dan mengisi posisi menteri yang kosong.

Semua Menteri NSC Mundur

Setelah pengunduran Caspar Veldkamp, NSC menarik semua menteri dan sekretaris negara mereka dari pemerintahan sementara.

Para Menteri Belanda mengundurkan diri – Foto: Dok Kantor Berita Netherlands

Sebagai respons, Raja Belanda Willem-Alexander menerima pengunduran diri para menteri  tersebut. Para menteri yang angkat kaki dari Gedung parlement diantaranya adalah :

  • Menteri luar negeri
  • Menteri dalam negeri
  • Menteri Pendidikan
  • Menteri Kesehatan
  • Menteri ketenagakerjaan
  • serta para sekretaris negara.

Posisi yang kosong kini diisi oleh anggota dari partai VVD dan BBB. Krisis politik ini menandai keruntuhan koalisi yang baru terbentuk kurang dari 14 bulan lalu, setelah sebelumnya partai PVV dari Geert Wilders juga menarik diri pada awal Juli, menuntut kebijakan imigrasi yang lebih ketat. (YA)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *