Jakarta – Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI Banten) resmi memasuki babak baru.
Pemerintah melalui Dewan Nasional KEK melantik jajaran Administrator baru di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.
Langkah ini menjadi tonggak krusial untuk mempercepat realisasi investasi dan memperkuat tata kelola di kawasan yang digadang-gadang sebagai “Silicon Valley” versi Indonesia tersebut.
Dipimpin Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Kemenko Perekonomian, pelantikan ini menetapkan :
- Candra Lesmana sebagai Kepala Administrator
- Roni Syah Putra sebagai Kepala Subbagian Perizinan
- Dadi Supriyadi sebagai Kepala Subbagian Pengawasan
Kehadiran struktur administrator yang lengkap ini bertujuan untuk memastikan setiap proses birokrasi bagi investor berjalan transparan, akuntabel, dan kilat.
Kepala BUPP KEK ETKI Banten, Lindawaty Chandra menegaskan bahwa, “Bagi KEK ETKI Banten, pelantikan Administrator menjadi sinyal kuat kesiapan kawasan dalam memasuki fase akselerasi investasi.”
Ekosistem Masa Depan
KEK ETKI Banten—atau yang lebih dikenal sebagai D-HUB SEZ BSD City—bukan sekadar kawasan industri biasa.
Berdiri di atas lahan seluas 59,68 hektare di jantung BSD City, kawasan ini menjadi magnet bagi sektor-sektor masa depan. Hingga kuartal III-2025, catatan prestasinya cukup mengesankan:
- Realisasi Investasi: Mencapai Rp1,08 Triliun.
- Tenaga Kerja: Menyerap 432 talenta lokal.
- Pelaku Usaha: 14 perusahaan dari berbagai sektor teknologi dan edukasi telah bergabung.
“Peran Administrator sangat strategis untuk memastikan iklim investasi tetap kondusif,” ujar Susiwijono Moegiarso.
Senada dengan hal tersebut, Irawan Harahap, CEO Urban Solutions & Development Sinar Mas Land melihat pelantikan ini sebagai momentum emas bagi ekosistem digital Indonesia.
“Lengkapnya struktur administrator ini adalah suntikan energi bagi Digital Hub sebagai pengembang KEK ETKI Banten. Dengan birokrasi yang kini semakin simpel, kami siap menyambut raksasa teknologi dan institusi pendidikan dunia untuk berkolaborasi dalam satu harmoni ekosistem di BSD City,” tegas Irawan.
Magnet Insentif & Konektivitas
Kekuatan utama KEK ETKI Banten terletak pada perpaduan antara insentif fiskal dan lokasi strategis.
Investor yang masuk ke kawasan ini akan dimanjakan dengan fasilitas tax holiday, pembebasan PPN, hingga kemudahan imigrasi bagi tenaga kerja asing ahli.
Secara geografis, kawasan ini dikelilingi oleh institusi elite seperti Monash University dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas medis modern sepeti Eka Hospital.
Namun, yang paling mencuri perhatian adalah aksesibilitasnya yang luar biasa:
- Jaringan Tol: Terhubung langsung dengan Tol Serbaraja, Tol Jakarta-Serpong, hingga JORR 2 menuju Bandara Soekarno-Hatta.
- Transportasi Publik: Didukung oleh BSD Link, KRL Commuter Line (Stasiun Cisauk), dan Stasiun Jatake yang akan beroperasi pada kuartal I-2026.
- Masa Depan: Rencana studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong akan semakin memanjakan mobilitas kaum profesional urban.
Dengan kelembagaan yang semakin solid, KEK ETKI Banten kini tidak lagi sekadar rencana diatas kertas. Pelantikan administrator adalah sinyal kuat, bahwa kawasan ini telah siap melakukan akselerasi penuh.
BSD City kini bertransformasi menjadi world-class education and tech hub, di mana inovasi tak lagi mengenal batas birokrasi.
Selamat datang di masa depan ekonomi kreatif Indonesia, di mana teknologi, edukasi, dan kesehatan menyatu dalam satu denyut nadi di KEK ETKI Banten. (*)





