Pesawat Carter Pelita Air Pengangkut Logistik BBM Jatuh di Krayan, Kaltara!

Sinyal Darurat Terdeteksi di Hutan Lebat Nunukan, Diawaki Seorang Pilot

Nunukan – Sebuah pesawat kargo milik maskapai Pelita Air Service dengan nomor penerbangan PAS 7101 dilaporkan hilang kontak dan diduga jatuh di kawasan perbukitan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/02/26) siang.

Pesawat yang hanya diawaki oleh seorang pilot tersebut mengudara dari Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, menuju Tarakan dengan membawa muatan bahan bakar minyak (BBM) sebelum akhirnya menghilang dari radar sepuluh menit pasca-lepas landas.

Kronologi Hilangnya PAS 7101

Suasana di Bandara Long Bawan semula berjalan normal saat PAS 7101 melakukan take-off pada pukul 12.10 WITA.

Sesuai prosedur, pesawat seharusnya melapor ke Menara Malinau 14 menit kemudian. Namun, keheningan justru menyelimuti frekuensi radio; tidak ada laporan posisi, tidak ada pesan suara.

Kekhawatiran memuncak ketika instrumen di pesawat lain yang melintas di jalur yang sama menangkap sinyal bahaya.

Jejak perjalanan yang terputus ini terekam dalam data Monitoring Pelita Air sebagai berikut:

  • 12.20 WITA: Pesawat PK-BVN mendeteksi sinyal Emergency Locator Transmitter (ELT).
  • 12.27 WITA: Pesawat PK-MEE mengonfirmasi tertangkapnya sinyal ELT di titik yang sama.
  • 12.30 WITA: Koordinat sumber sinyal dipastikan berada di posisi N 03° 53’ 53” — E 115° 52’ 43”, sebuah area perbukitan yang rimbun.

Laporan dari lapangan memperkuat dugaan kecelakaan. Petugas apron di Bandara Long Bawan sempat melihat siluet pesawat menukik tajam ke arah pegunungan, sekitar lima kilometer dari ujung landasan.

Tak lama berselang, kepulan asap pekat dilaporkan membumbung dari arah Desa Pa’ Belaban, tepatnya di sekitar Air Terjun Pa’ Remayo, Kecamatan Krayan Timur.

Kawasan tersebut dikenal memiliki kontur tebing yang curam dan hutan yang sangat rapat, sehingga menyulitkan akses pandangan maupun jalur evakuasi darat.

Hingga pukul 13.15 WITA waktu di mana pesawat seharusnya mendarat di Tarakan pihak otoritas bandara memastikan tidak ada kontak lanjutan dari pilot.

Pesawat Pelita Air sebelum jatuh

Respons Resmi Pelita Air Service

Manajemen Pelita Air Service segera bergerak cepat menanggapi insiden ini. Corporate Secretary Pelita Air, Patria Rhamadonna mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut sedang dalam misi carter pengangkut logistik BBM.

“Kami sampaikan bahwa proses investigasi dan koordinasi bersama pihak-pihak berwenang, termasuk BASARNAS dan otoritas penerbangan, sedang berjalan. Pesawat hanya diawaki satu pilot dan tidak membawa penumpang,” ujar Patria dalam keterangan tertulis di laman Pelita Air (19/02/26).

Patria juga menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk memberikan informasi secara transparan namun tetap melalui satu pintu guna menghindari simpang siur informasi di masyarakat.

Meski jarak pandang dilaporkan mencapai sembilan kilometer di beberapa titik, cuaca di wilayah Krayan secara spesifik dilaporkan cukup gelap dan berawan saat insiden terjadi.

Medan yang sulit di Krayan Timur menjadi tantangan utama bagi tim lokal yang saat ini sedang berupaya melakukan pemetaan lokasi secara akurat.(NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *