Paris, Prancis — Di tengah gemerlap cahaya kota Paris, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melangkah memasuki gerbang Istana Elysee, untuk menghadiri jamuan santap malam privat yang istimewa, digelar langsung oleh tuan rumah, Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Setibanya di Istana Elysee, suasana protokoler yang rapi menyambut kedatangan Presiden Prabowo.
Turun dari kendaraan, beliau disambut oleh Kepala Protokol Negara Prancis, sebelum kemudian berjalan menyusuri barisan pasukan kehormatan yang berjajar rapi.
Di ujung barisan itulah, Presiden Macron menyambut langsung Presiden Prabowo dengan senyum dan jabat tangan hangat, menandai dimulainya pertemuan penting ini.
Keduanya sempat berpose untuk sesi foto bersama sebelum kemudian melangkah masuk ke dalam ruang jamuan istana yang ditata secara elegan. Jamuan santap malam ini bukan sekadar agenda protokoler biasa.
Momen ini digelar sesaat setelah perayaan Hari Nasional Prancis atau Bastille Day, di mana Presiden Prabowo juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam parade militer megah di Place de la Concorde.
Kehadiran beliau dalam parade tersebut telah mencatatkan sejarah baru sebagai Presiden Indonesia pertama yang menerima undangan resmi pada acara prestisius tersebut, sebuah simbol pengakuan atas pentingnya Indonesia di mata Prancis.

Solusi Damai untuk Isu Global
Di ruang jamuan yang penuh keakraban, Presiden Prabowo disuguhi rangkaian hidangan khas Prancis yang memanjakan lidah.
Namun, lebih dari sekadar hidangan, suasana santai tersebut dimanfaatkan kedua pemimpin negara untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis, baik yang menyangkut kepentingan bilateral kedua negara maupun masalah-masalah global yang mendesak.
“Suatu pertemuan, makan malam tapi ya kita bahas banyak masalah kerja sama Indonesia dan Prancis. Prancis juga banyak membantu kita di Eropa. Kita pokoknya sangat produktif ya,” ujar Presiden Prabowo dalam keterangannya kepada awak media.
Salah satu isu global yang menjadi sorotan adalah situasi di Timur Tengah, khususnya mengenai konflik Israel–Palestina.
Kedua pemimpin negara menegaskan pentingnya penyelesaian damai yang adil dan berkelanjutan.
“Ya dibahas, Prancis mendukung two-state solution,” imbuh Kepala Negara, menunjukkan keselarasan pandangan antara Jakarta dan Paris dalam mencari jalan terbaik menuju perdamaian jangka panjang.
Dukungan terhadap solusi dua negara ini merupakan posisi yang konsisten dipegang oleh Indonesia dalam forum-forum internasional, dan mendapatkan dukungan dari negara-negara besar seperti Prancis memperkuat legitimasi upaya tersebut.

Setelah rangkaian kegiatan yang padat, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto,akan bertolak dari Paris, Prancis, kembali menuju tanah air pada Selasa (15/07/25) waktu setempat, menandai berakhirnya lawatan penting beliau kali ini ke sejumlah negara sahabat.
Kunjungan ini juga bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Prancis, sebuah tonggak penting yang semakin memperkuat persahabatan dan kerja sama kedua negara di berbagai bidang.
Lawatan ini tidak hanya mempererat ikatan bilateral, tetapi juga menegaskan peran aktif Indonesia dalam mencari solusi atas isu-isu global, sekaligus membuka peluang baru bagi kerja sama ekonomi dan strategis di masa depan. (NR)
Baca juga :





