Hambalang – Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat merealisasikan ambisi besar di sektor pendidikan tinggi.
Melalui rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Selasa (27/1/2026), Presiden membahas progres pembangunan 10 kampus baru bertaraf internasional yang fokus pada bidang kesehatan dan teknologi.
Proyek ambisius ini merupakan hasil kolaborasi dengan universitas ternama dari Inggris Raya. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, melaporkan bahwa pihak mitra di Inggris memberikan respons sangat positif terhadap inisiatif pembangunan kampus bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) tersebut.

Mengejar Ketertinggalan Tenaga Medis
Dalam pertemuan yang dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya ini, Prabowo menekankan urgensi pemenuhan tenaga medis.
Indonesia saat ini masih menghadapi tantangan besar dalam ketersediaan dokter profesional di berbagai wilayah.
Berikut yang melatarbelakangi percepatan proyek ini:

- Krisis Tenaga Medis: Indonesia masih kekurangan sekitar 140.000 dokter dan dokter gigi.
- Produksi Lulusan Rendah: Kapasitas nasional saat ini hanya mampu meluluskan sekitar 9.000 dokter per tahun.
- Ancaman Pensiun: Jumlah dokter yang purna tugas terus bertambah, sehingga dibutuhkan rencana strategis jangka panjang.
“Kita harus punya tingkat pendidikan yang setinggi-tingginya, sederajat dengan yang terbaik di dunia,” ujar Presiden Prabowo di sela pembahasan tersebut.
Standar Internasional dan Beasiswa Penuh
Pemerintah menetapkan standar tinggi untuk 10 kampus ini dengan mengadopsi kurikulum Inggris.
Selain fokus pada kedokteran dan farmasi, universitas ini juga akan menjadi pusat pengembangan teknologi digital.
Seluruh proses perkuliahan akan menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah akan menggandeng British Council guna penerapan standar IELTS bagi mahasiswa yang diterima.
Kabar baiknya, mahasiswa yang berhasil lolos seleksi merupakan lulusan terbaik yang akan mendapatkan beasiswa penuh dari pemerintah.
Sebelum memulai kuliah, mereka akan menjalani pelatihan bahasa Inggris intensif agar mampu bersaing di level global.

Hemat Devisa Negara US$ 6 Miliar
Strategi ini tidak hanya soal pendidikan, tapi juga menyentuh sektor ekonomi dan kesehatan. Setiap kampus baru akan dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan berstandar internasional.
Presiden Prabowo memproyeksikan kehadiran fasilitas medis kelas dunia di dalam negeri dapat menahan laju warga negara yang berobat ke luar negeri.
Potensi penghematan devisa diperkirakan mencapai US$ 6 miliar (sekitar Rp94 triliun) setiap tahunnya.
Dana tersebut nantinya akan dialokasikan kembali untuk pengembangan kualitas universitas dan fasilitas rumah sakit di Indonesia. Pemerintah juga membuka pintu bagi profesor asing untuk mengajar melalui skema profesor tamu.
Target Operasional Tahun 2028
Dalam Pertemuan tersebut, Presiden optimistis persiapan infrastruktur dan kurikulum dapat rampung tepat waktu.
Kawasan kampus akan dirancang aman dan nyaman guna menarik minat pengajar serta pakar internasional untuk menetap di Indonesia.
Targetnya, kelompok mahasiswa pertama sudah bisa memulai pendidikan pada awal tahun 2028.
Dengan demikian, estafet transformasi pendidikan tinggi di bidang kesehatan dan STEM dapat segera dimulai untuk memperkuat kedaulatan SDM nasional.(NR)





