Program ‘Gentengisasi’ Berdayakan UMKM, Pengrajin Genteng Kebanjiran Order

Geliat Tanah Liat Jatiwangi: Saat 24 Truk Genteng UMKM Jadi 'Pahlawan' Perumahan Rakyat

Majalengka – Di bawah sorot lampu dan semangat yang membuncah, deru mesin 14 truk bermuatan 75.000 genteng membelah jalan.

Inilah awal dari sejarah baru bertajuk “Program Gentengisasi”, sebuah langkah nyata pemerintah untuk menghidupkan kembali denyut nadi UMKM lokal melalui kebijakan perumahan nasional.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait secara resmi melepas pengiriman perdana ini dari jantung produksi genteng Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Program ini bukan sekadar soal logistik, melainkan komitmen besar senilai Rp 3 Miliar untuk menyerap produk lokal dalam proyek pembangunan dan perbaikan rumah rakyat di seluruh Indonesia.

  • Total Serapan: 24 truk genteng dipesan (14 truk sudah dikirim pada tahap awal).
  • Nilai Komitmen: Total Rp 3 miliar dari anggaran Pemerintah Pusat, Provinsi Jabar, dan Kabupaten Majalengka.
  • Target Perbaikan: Mencakup ribuan unit rumah tidak layak huni (Rutilahu).
  • Dukungan Swasta: Pengembang rumah subsidi mulai beralih menggunakan produk UMKM Jatiwangi.

Negara Hadir di Tungku Pengrajin

Menteri Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Bang Ara menegaskan bahwa kebijakan ini adalah instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Tujuannya tegas: membangun rumah rakyat sekaligus membangun ekonomi rakyat kecil.

“Ini adalah karya kebijakan Presiden Prabowo. Negara hadir bukan hanya untuk membangun fisik rumah, tetapi memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan memberi manfaat bagi pengrajin genteng dan pelaku UMKM kita,” ujar Menteri Maruarar di hadapan para pengrajin.

Namun, ia juga menitipkan pesan penting bagi para pelaku usaha. Agar bisa bersaing di kancah nasional, produk UMKM Jatiwangi wajib menjaga kualitas dan memenuhi standar SNI.

Daya saing tinggi adalah kunci agar genteng lokal tidak kalah dari produk pabrikan besar.

Sinergi Anggaran Pusat & Daerah

Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antar-lini pemerintah. Dilansir dari Data Kementerian PKP, anggaran sebesar Rp 3 Miliar tidak datang dari satu pintu, melainkan keroyokan:

  • Provinsi Jawa Barat: mengalokasikan perbaikan 250 unit rumah dengan potensi belanja genteng Rp 500 Juta.
  • Kabupaten Majalengka: menargetkan 1.715 unit Rutilahu dengan serapan genteng mencapai Rp 1,5 Miliar.
  • Pemerintah Pusat (BSPS): Sebanyak 900 rumah di Majalengka akan diperbaiki dengan potensi kebutuhan genteng Rp 1 Miliar.

Bahkan, sisi humanis muncul saat Menteri PKP secara pribadi memesan 10 truk tambahan untuk pembangunan rumah prajurit TNI sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Menariknya, program ini juga menularkan virus positif ke sektor swasta. Pengembang rumah subsidi juga turut memesan masing-masing empat truk genteng untuk proyek mereka di Bogor dan Serang.

Program Gentengisasi di Jatiwangi ini mengirimkan pesan kuat ke seluruh Indonesia: bahwa kemandirian ekonomi dimulai dari menghargai karya bangsa sendiri. (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *