Paris, Prancis – Juara bertahan Champions League dan raja sepak bola Prancis, Paris Saint-Germain, ditantang oleh kuda hitam Inggris, Newcastle United, dalam laga penutupan fase liga UCL pada Kamis (29/01/26).
Dengan perbedaan kekuatan yang sangat jelas antara kedua kubu tersebut, PSG tentu dianggap sebagai pihak favorit dalam pertemuan kali ini.
Akan tetapi, Les Rouge et Bleu membuat kesalahan dan meremehkan determinasi Newcastle, yang mampu membatalkan keunggulan dini sang tuan rumah.
Pada akhirnya, The Magpies membuktikan dirinya sebagai lawan bermasalah bagi PSG. Kemenangan pada akhirnya terselip dari tangan kedua tim tersebut, yang harus puas menutup kontesnya dengan hasil seri 1-1.
Atmosfer di tengah lapangan sudah memanas sejak menit ke-4, ketika PSG menerima hadiah penalti berkat handball Lewis Miley di daerah terlarang.
Sayangnya, PSG dan para pendukungnya menggigit jari ketika Ousmane Dembele, yang maju menuju titik putih, gagal menaklukan kiper Nick Pope.
Meskipun demikian, kegagalan tersebut langsung dilupakan ketika tidak lama kemudian, Les Rouge et Bleu merebut keunggulan pertama dengan sebuah serangan yang kali ini menemukan jaring gawang Magpies.
- Dari sisi kiri lapangan, Khvicha Kvaratskhelia menyajikan sebuah umpan matang kepada Vitinha, yang mengambil waktu untuk menemukan posisi sempurna di tepi kotak penalti, dan kemudian melepaskan tembakan jitu yang menemukan sudut kanan gawang. (8’)
Mulai dari sini, PSG bermain dengan ketajaman tinggi di sisi teknis. Namun sayangnya, senyum sang tuan rumah musnah ketika keunggulannya dilenyapkan oleh Newcastle pada penghujung babak pertama.

- Barisan pertahanan PSG gagal menyapu tendangan bebas Sandro Tonali, yang masih aktif di daerah berbahaya. Setelah disambar oleh Dan Burn, bola liar tersebut berhasil ditempatkan di sudut gawang oleh sundulan Joe Willock. (45+2′)
Setelah membiarkan PSG mengendalikan tempo permainan pada periode awal laga, Newcastle kini bermain sebagai lawan sejajar dengan sang juara bertahan.
Kontes di babak kedua lantas berjalan dengan lebih ketat. Tetapi, meskipun PSG dan Newcastle saling aktif di tengah lapangan, kedudukan antara kedua tim tersebut tetap bertahan di skor 1-1 hingga akhir pertandingan.
Hasil imbang tersebut merupakan pukulan pahit bagi PSG dan Newcastle, yang kini kehilangan kesempatan mereka untuk mengantongi tiket langsung menuju babak 16 besar.
Lantas, Les Rouge et Bleu dan The Magpies harus melewati babak play off, apabila mereka ingin melanjutkan perjalanannya di Champions League musim ini.
Selagi menunggu undian pertandingan play off, PSG dan Newcastle akan menjalankan tugas mereka di panggung domestik.
Dalam upayanya untuk mempertahankan takhta Ligue 1 dan menjaga jarak dengan Lens, PSG menggelar sebuah kunjungan menuju markas Strasbourg.
Sementara itu, lawan Newcastle dalam pekan pertandingan Premier League mendatang tidak lain adalah sang juara bertahan Inggris, Liverpool.
Manchester City 2-0 Galatasaray

Rekan senegara Newcastle, Manchester City, meraup hasil yang lebih positif saat menjamu kedatangan Galatasaray.
The Citizens, yang didampingi oleh dukungan meriah Etihad Stadium, berhasil menekuk juara Turki tersebut dengan hasil akhir 2-0.
Kedua gol yang menuntun Manchester City menuju kejayaan pada malam pertandingan ini dicetak dalam 30 menit pertama waktu pertandingan.
- Gol pertama tuan rumah datang ketika Jeremy Doku menyelipkan sebuah umpan tajam melewati barisan pertahanan Galatasaray, yang kemudian diterima oleh Erling Haaland.
- Ketika ia berhadapan satu lawan satu dengan Ugurcan Cakir, Haaland berhasil menghantam targetnya setelah ia mencungkil bola melewati kepala sang kiper. (11’)
- Doku lagi-lagi memainkan peran penting dalam gol kedua Manchester City. Kali ini, ia mengundang perhatian dua pemain Galatasaray selagi melesat dari bagian sayap kiri.
- Kemudian, memanfaatkan kelengahan lawannya, Doke menyajikan sebuah umpan kepada Rayan Cherki, yang tidak menyia-nyiakan kesempatannya dan langsung menghantam gawang dari tengah kotak penalti. (29’)
Sepanjang jalan pertandingan, Manchester City menguasai tempo permainan dengan tangan besi. Meskipun demikian, hingga bunyi peluit terakhir, sang tuan rumah tidak pernah mengukir catan baru dalam papan skor.
Tentunya, gol Haaland dan Cherki dalam periode awal laga lebih dari cukup untuk mengamankan kursi The Citizens dalam babak 16 besar. Berkat kemenangan ini, The Citizen menutup fase liga musim ini di posisi kedelapan.
Sementara itu, Galatasaray masih bisa bernafas lega, setelah kesempatannya untuk berpartisipasi dalam babak play off masih aman di tangannya.
Usai menuntaskan perjuangnnya di fase liga UCL, Manchester City kembali bertanding di Premier League, dimana mereka masih mengejar pemimpin klasemen, Arsenal.
Dalam pertandingan mendatang, The Citizens akan berkunjung ke London untuk menjawab tantangan Tottenham Hotspur. (VT)
Baca juga :





