Jakarta – Memasuki hari-hari pertama Ramadan, banyak umat Muslim yang terbiasa mengonsumsi kopi setiap pagi mulai mengeluhkan sakit kepala hebat yang tak kunjung hilang.
Kondisi ini, yang dikenal secara medis sebagai caffeine withdrawal (gejala putus kafein), terjadi akibat perubahan drastis metabolisme otak yang tidak lagi menerima asupan kafein pada jam rutinnya dikutip Healthline.
Fenomena ini biasanya memuncak dalam 24 hingga 72 jam pertama puasa, namun dapat diredam melalui strategi hidrasi yang tepat dan substitusi asupan saat sahur dan buka puasa.
Kepala Terasa “Cekot-Cekot” Saat Puasa?

Bayangkan otak kita adalah sebuah mesin yang terbiasa dengan “pelumas” bernama kafein.
Secara biologis, kafein bekerja memblokir adenosin, zat kimia dalam tubuh yang memberikan sinyal lelah ke otak.
Ketika kita rutin minum kopi, otak beradaptasi dengan menciptakan lebih banyak reseptor adenosin.
Saat konsumsi kopi mendadak berhenti total di pagi hari Ramadan, reseptor-reseptor ini “kosong” dan memicu pelebaran pembuluh darah (vasodilation).
Tekanan ekstra pada saraf inilah yang menciptakan sensasi sakit kepala seperti ditusuk-tusuk.
“Teror” Sakit Kepala Kafein
Bagi yang sudah terlanjur berada di tengah masa puasa dan sedang berjuang melawan kantuk serta nyeri kepala, berikut adalah langkah-langkah praktis untuk mengatasinya:

- Hidrasi adalah Kunci Utama: Dehidrasi akan memperparah gejala caffeine withdrawal. Pastikan asupan air putih tercukupi dengan pola 2-4-2 (dua gelas saat buka, empat gelas malam hari, dua gelas saat sahur).
- Metode Micro-Dosing: Jangan langsung berhenti total. Kita bisa meminum 2-3 ons teh pekat atau beberapa teguk kopi hitam saat sahur. Ini cukup untuk mencegah pembuluh darah melebar terlalu ekstrem tanpa membuat Anda terjaga sepanjang hari.
- Beralih ke Matcha atau Green Tea: Matcha mengandung L-theanine yang memberikan efek relaksasi dan kafein yang lebih rendah (sekitar 1/3 dari kopi). Ini memberikan energi yang lebih stabil tanpa efek gelisah (jittery).
- Amunisi Magnesium: Konsumsilah makanan kaya magnesium seperti pisang atau bayam saat sahur. Magnesium membantu mengatur ketegangan pembuluh darah dan mengurangi intensitas nyeri kepala.
Tambahkan sejumput garam pada air minum saat sahur. Ini adalah “hack” hidrasi untuk membantu tubuh menahan cairan lebih lama selama berpuasa.
Kapan Rasa Sakit Berakhir ?
Kabar baiknya, tubuh manusia adalah mesin yang luar biasa dalam beradaptasi. Menurut data dari Healthline, fase terburuk dari gejala putus kafein biasanya hanya berlangsung selama satu minggu.
Jika kita mampu bertahan selama beberapa hari ke depan, otak akan melakukan “reset” alami.
Reseptor adenosin akan kembali ke jumlah normal, dan kita bisa menjalani puasa dengan segar meskipun tanpa segelas long black di jam 8 pagi. (YA)





