Teheran, Iran – Putra Presiden Iran, Yousef Pezeshkian, secara terbuka mendesak otoritas keamanan untuk segera mencabut blokade internet yang telah melumpuhkan akses informasi selama periode protes nasional.
Ia menegaskan bahwa menutup akses digital tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan hanya menunda pengungkapan fakta atas kekerasan yang terjadi di lapangan.
Yousef, yang juga menjabat sebagai penasihat pemerintah, memperingatkan bahwa pembatasan ini justru memperburuk sentimen publik terhadap rezim.
Menurutnya, kegagalan dalam membuka akses komunikasi hanya akan menambah daftar panjang masyarakat yang tidak puas terhadap kinerja pemerintahan ayahnya, Masoud Pezeshkian.
“Menutup internet tidak akan menyelesaikan apa pun, kita hanya menunda masalah. Fakta tentang apa yang terjadi cepat atau lambat akan muncul ke permukaan,” ujar Yousef melalui unggahan di kanal Telegram resminya.
Dampak Kemanusiaan dan Ekonomi
Seiring dengan pelonggaran akses internet yang dilakukan secara sporadis, skala korban jiwa mulai terungkap. Sejumlah poin krusial yang tercatat selama pemadaman internet meliputi:

- Korban Jiwa: NGO Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia melaporkan angka kematian akibat tindakan keras aparat bisa mencapai 25.000 jiwa.
- Krisis Medis: Dr. Ghasem Fakhraei dari RS Mata Farabi di Teheran melaporkan telah mengoperasi lebih dari 1.000 pasien yang membutuhkan bedah mata darurat akibat bentrokan.
- Kerugian Finansial: Organisasi perdagangan komputer Iran memperkirakan kerugian ekonomi mencapai $20 juta (sekitar Rp315 miliar) per hari akibat terhentinya transaksi digital.
- Krisis Mata Uang: Nilai tukar Rial terus merosot, sementara inflasi resmi tercatat menembus angka 42% pada bulan lalu.
Saat ini, terjadi perdebatan sengit di internal pemerintahan Teheran mengenai risiko keamanan nasional versus pemulihan konektivitas.
Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Komunikasi Sattar Hashemi dilaporkan mendukung pembukaan blokade.

Namun, langkah tersebut mendapat tentangan keras dari Ali Larijani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Pihak keamanan masih bersikeras bahwa kerusuhan dipicu oleh kelompok yang berafiliasi dengan pihak asing.
Meski Yousef Pezeshkian sejalan dengan narasi ayahnya mengenai campur tangan asing, ia mengakui adanya kemungkinan kesalahan prosedur oleh aparat.
Ia menegaskan bahwa tindakan yang salah harus tetap diproses secara hukum dan tidak boleh dibela.
Kondisi Sosial yang Menegang
Kondisi ekonomi di pasar-pasar tradisional dan bursa saham Teheran terpantau lesu. Meski toko-toko mulai dibuka, daya beli masyarakat menurun drastis seiring dengan ketidakpastian politik.
Di sisi lain, narasi pemerintah yang menyalahkan agen asing seperti Mossad mulai mendapat kritik tajam dari tokoh reformis.
Mantan Walikota Teheran, Gholamhossein Karbaschi, mempertanyakan bagaimana agen asing bisa secara serentak menggerakkan protes di seluruh penjuru negeri jika pemerintah memang bekerja dengan efektif.(NR)





