Poso – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons dampak gempa yang melanda Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengambil alih penanganan 20 sekolah yang mengalami kerusakan, guna memastikan kegiatan belajar mengajar bagi ratusan siswa korban bencana dapat kembali normal.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari permohonan yang diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Poso. Tim dari Kemendikdasmen segera melakukan evaluasi teknis untuk menentukan skala prioritas.
Tim Kemendikdasmen langsung bekerja di lapangan, menganalisis laporan dan dokumentasi yang diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Poso.
Dari hasil evaluasi, disepakati bahwa 15 sekolah dasar (SD) dan lima sekolah menengah pertama (SMP) akan mendapatkan program revitalisasi, baik melalui pembangunan baru maupun rehabilitasi. Program ini akan menggunakan anggaran berjalan tahun 2025.
Jamjam Muzaki, Tenaga Ahli Satuan Pendidikan Aman Bencana Kemendikdasmen dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, “Kami langsung melakukan analisa teknis terhadap laporan dan dokumentasi yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Poso.”
Bantuan Darurat Untuk Siswa
Tak hanya perbaikan fisik, Kemendikdasmen juga mengirimkan bantuan darurat berupa tenda pembelajaran bagi sekolah yang masih terpaksa belajar di luar kelas.
Bantuan lainnya berupa school kit atau perlengkapan sekolah juga disiapkan, untuk para siswa yang menjadi korban bencana.
Kepala Dinas Pendidikan Poso, Dedriawan Talingkau mengonfirmasi bahwa saat ini ada 43 sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA/SMK, yang mengalami kerusakan parah.
“Dengan adanya program revitalisasi ini, kami berharap proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak bisa segera pulih dan anak-anak kembali belajar dengan nyaman,” kata Dedriawan.
Dari 43 sekolah yang mengalami kerusakan tersebut, empat diantaranya bahkan harus mengadakan kegiatan belajar di luar ruangan, karena kondisi bangunannya tidak layak.(NR)





