London, Inggris – Para pendukung setia Arsenal yang mengunjungi Emirates Stadium pada Minggu (15/03/26) pulang dengan hati meriah.
Selain menyaksikan tim kesayangan mereka yang membungkam Everton dengan skor akhir 2-0, suporter The Gunners juga menjadi bagian dalam sebuah momen bersejarah Premier League.
Namun, sebelum mereka merayakan kejayaannya dalam pertemuan ini, Arsenal terlebih dahulu harus bekerja keras membongkar benteng pertahanan Everton.
Meskipun menghabiskan sebagian besar jalan pertandingan di bawah hujan serangan sang tuan rumah, The Toffees menunjukkan ketangguhan tinggi yang memicu rasa frustrasi dari pasukan The Gunners.
Babak pertama laga ini diwarnai oleh momen menegangkan, dimana Arsenal hanya bisa menggelengkan kepala usai menyaksikan aksi heroik Jordan Pickford di antara tiang gawang tamu.
Everton sendiri hampir menciptakan kejutan pahit di depan gawang tuan rumah, namun untungnya bagi Arsenal, The Toffees masih belum mampu memecahkan kebuntuan skor sebelum jeda turun minum.
Seruan pendukung tuan rumah semakin liar ketika babak kedua dimulai. Akan tetapi, tekanan The Gunners masih bisa ditangani oleh Everton.
Kontes ini sepertinya akan berakhir dengan skor kacamata ketika kedua kubu masih berdiri seimbang pada penghujung laga.
Namun, tepat sebelum pertandingan memasuki masa waktu tambahan, seluruh kerja keras Arsenal akhirnya terbayar manis.
- Emirates Stadium meletus ketika Viktor Gyokeres menggetarkan gawang Everton, usai memanfaatkan blunder Pickford yang gagal menangkap umpan silang Max Dowman. (89’)
Kemenangan sudah berada tepat di depan mata The Gunners, akan tetapi, perayaan tuan rumah masih belum selesai.
- Beberapa menit kemudian, Dowman mengukir sejarah sebagai pencetak gol termuda dalam sejarah Premier League sejak 1992 lalu.
- Pemain berusia 16 tahun dan 73 hari tersebut menjadi aksi penutup dalam pesta Arsenal, setelah ia berlari melewati Vitali Mykolenko dan tanpa banyak masalah mengarahkan tembakannya menuju gawang kosong. (90+7’)
Sebuah kemenangan krusial dalam mimpi kejuaraan Arsenal, namun yang lebih penting, ini adalah malam tak terlupakan bagi salah satu prajurit muda The Gunners.

Berkat golnya dalam pertemuan ini, Max Dowman menjadi pencetak gol termuda di Premier League, sebuah rekor yang sebelumnya dipegang oleh James Vaughan sejak April 2005 lalu. Ironisnya, Vaughan sendiri membela Everton ketika ia mengukir prestasi tersebut.
“Kemarin dia berlatih dan dalam beberapa hari terakhir saya punya firasat bahwa ini adalah momen baginya.” ucap pelatih Arsenal, Mikel Arteta, ketika ia ditanya mengenai keputusannya untuk memainkan Dowman.
Dengan kemenangan tersebut, Arsenal untuk saat ini memiliki keunggulan lebar 11 poin atas saingan terdekatnya di papan klasemen, Manchester City.
The Gunners kini berharap bahwa keuntungan manis tersebut bisa menyebar menuju laga berikutnya di Champions League, dimana mereka akan menjamu kedatangan Bayer Leverkusen dalam leg kedua 16 besar. (VT)
Baca juga :





