Tangier, Maroko – Senegal memberikan sebuah pernyataan tegas dalam laga terakhirnya di babak grup AFCON 2025. Ditentang oleh Benin pada Rabu (31/12/25), pasukan Teranga Lions meraup kemenangan telak 3-0 atas lawan mereka.
Meskipun membuka pertemuan ini dengan nada tinggi, Senegal baru memecahkan kebuntuan skor dalam masa penghujung babak pertama.
- Tendangan bebas Krépin Diatta dari bagian sayap kanan disambut oleh Abdoulaye Seckrose, dengan sebuah sundulan matang yang menggetarkan jaring gawang Benin. (38’)
Pasukan Teranga Lions memasuki jeda turun minum dengan sebuah keunggulan manis, tetapi di saat yang bersamaan, Benin mendapat dorongan motivasi untuk menyelamatkan dirinya.
Benin lantas memulai babak kedua dengan semangat yang lebih tinggi. Les Guepards sempat menciptakan masalah bagi lini belakang lawannya, namun, Senegal tetap menjaga ketenangannya selagi di bawah ancaman Benin.
Sayangnya bagi Benin, kerja keras mereka tidak pernah menghasilkan buah manis. Benin justru harus rela menelan gol kedua dari Senegal, setelah satu jam waktu pertandingan.
- Sadio Mane, yang berhasil merebut bola di sisi kiri lapangan, melepaskan sebuah umpan akurat yang disambar oleh tendangan kilat dari Habib Diallo. (62’)
Senegal kini bermain dengan atmosfer yang cukup positif. Akan tetapi, pada menit ke-71, mereka mendapat sebuah pukulan keras ketika sang kapten, Kalidou Koulibaly, diusir dari lapangan oleh sang wasit.
Beberapa menit sebelumnya, Koulibaly melanggar Tosin Aiyegun dan menerima kartu kuning. Namun, VAR meninjau kembali insiden tersebut dan kemudian memberi keputusan untuk menaikkan hukuman Koulibaly menjadi kartu merah.
Akibatnya, Senegal harus memainkan sisa jalan pertandingan dengan sebuah lubang besar di barisan pertahanannya. Teranga Lions masih memiliki keunggulan dua gol, tetapi dengan Benin yang meningkatkan tekanannya, Senegal harus waspada pada setiap saat.
Senegal berupaya hingga titik darah penghabisan untuk mempertahankan keunggulannya, dan pada akhirnya, mereka tidak hanya berhasil menjaga posisinya di hadapan Benin. Dalam detik-detik terakhir pertandingan, Senegal mengukir gol ketiga dari titik putih.
- Ibrahim Mbaye dijatuhkan di daerah terlarang, dan tidak lama kemudian, penalti yang diberikan kepada Teranga Lions dituntaskan dengan matang oleh Cherif Ndiaye. (90+7′)
Meskipun diwarnai oleh sebuah insiden kartu merah, Senegal tetap menunjukkan kedisiplinan tinggi dan sukses mengklaim kemenangan krusial yang menempatkan dirinya di puncak klasemen akhir grup D.
“Para pemain pantas mendapatkan semua pujian atas penampilan mereka dalam pertandingan sulit ini yang kami mainkan dengan sepuluh pemain di beberapa bagian pertandingan.” puji pelatih Senegal, Pape Thiaw, kepada tim asuhannya.
Dilansir dari CAF, ia menambahkan: “Kami menghadapi tim Benin yang sangat gigih, tetapi kami berhasil mencapai tujuan utama kami yaitu finis di puncak grup. Tujuan kami selanjutnya adalah memperbaiki kesalahan yang kami buat dalam pertandingan babak penyisihan grup sebelum kami memasuki babak 16 besar karena di babak itu tidak akan ada ruang untuk kesalahan yang akan dipublikasikan.”
Saingan terdekat Senegal dalam lomba perebutan takhta klasemen, RD Kongo, akan mendampingi Teranga Lions dalam babak berikutnya sebagai runner up grup D.
Selain itu, meskipun menelan kekalahan telak dalam laga ini, Benin tetap memastikan kehadirannya di 16 besar sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dalam babak grup. (VT)
Klasemen Akhir Piala Afrika 2025
| Pos | Tim – Grup D | Poin |
| 1 | Senegal (Lolos) | 7 |
| 2 | Republik Demokratik Kongo (Lolos) | 7 |
| 3 | Benin (Lolos) | 3 |
| 4 | Botswana (Gugur) | 0 |
Baca juga :





