Bogor – Presiden Prabowo Subianto mendorong transformasi besar di sektor pendidikan tinggi Indonesia. Dalam rapat di Hambalang (8/3/2026).
Presiden menginstruksikan percepatan pembangunan 10 kampus baru yang fokus pada bidang STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika) serta Kedokteran.
Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan tenaga ahli di masa depan. Pemerintah ingin memastikan lulusan Indonesia memiliki kemampuan teknis yang kuat agar bisa bersaing dengan negara maju lainnya.
Selain membangun kampus baru, Presiden meminta laporan perkembangan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) agar naik kelas di tingkat internasional.
Tujuannya jelas: universitas di Indonesia harus makin banyak yang masuk dalam jajaran kampus terbaik dunia.
Fokus pada STEM & Kedokteran
- Peluang Kerja: Bidang teknologi dan kesehatan memiliki serapan tenaga kerja paling tinggi di era digital.
- Ranking Dunia: Memperbanyak riset dan kolaborasi internasional agar kampus Indonesia makin diakui dunia.
- Solidaritas Global: Melanjutkan pendidikan bagi mahasiswa Palestina di Universitas Pertahanan sebagai aksi nyata kemanusiaan.
Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran menteri termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Fokus pada sains dan teknologi ini diharapkan menjadi tulang punggung kemajuan ekonomi Indonesia di masa depan.(NR)





