Teheran Membara, Zionis Israel & Amerika Membuat Timur Tengah di Ambang Perang!

Amerika Bersama Sekutu Zionis Israel Gempur Iran, Korban Sipil Berjatuhan Termasuk Anak-anak

Teheran, Iran – Kawasan Timur Tengah kini berada di ambang perang besar setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer skala penuh bertajuk “Operation Epic Fury” pada Sabtu (28/02/26).

Berdasarkan pantauan BBC News, serangan udara yang menyasar ratusan titik strategis di Iran ini memicu balasan rudal seketika, yang mengakibatkan penutupan jalur energi vital di Selat Hormuz dan guncangan pada stabilitas keamanan global.

Ketenangan malam di beberapa kota besar Iran, mulai dari Teheran hingga Tabriz, berubah menjadi horor saat ledakan demi ledakan mengguncang daratan.

Sekitar 200 jet tempur Israel dilaporkan telah menyelesaikan misi terbang terbesar dalam sejarahnya, menghantam 500 target termasuk sistem pertahanan udara dan fasilitas nuklir.

Israel & Amerika Serang Iran – Foto: Dok. BBC News

“Kami sangat ketakutan. Anak-anak saya gemetar, kami tidak punya tempat untuk pergi,” ujar Minou (32), seorang ibu di kota Tabriz, dalam sambungan telepon yang penuh isak tangis kepada Reuters.

Presiden AS, Donald Trump menyatakan bahwa serangan ini adalah langkah krusial untuk mengakhiri ancaman nuklir Iran.

Dalam wawancaranya bersama NBC News, Trump mengonfirmasi klaim bahwa sebagian besar eselon atas kepemimpinan Iran telah lumpuh.

  • Laporan Intel: Trump menyebut laporan kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai berita yang akurat.
  • Korban Elit: Sumber internal menyebutkan Menteri Pertahanan Amir Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Mohammed Pakpour turut tewas dalam serangan tersebutt
  • Target Spesifik: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa kompleks kediaman Khamenei telah hancur total bersama sejumlah pejabat senior nuklir.

Selat Hormuz Di Tutup

Respons Iran tidak hanya terbatas pada tembakan rudal ke pangkalan AS dan wilayah Israel. Teheran mengambil langkah ekstrem dengan menutup Selat Hormuz, jalur distribusi bagi 20% konsumsi minyak dunia.

Langkah ini langsung memicu reaksi berantai:

  • Harga Minyak: Para pedagang memprediksi lonjakan harga minyak mentah secara drastis dalam waktu singkat.
  • Transportasi Udara: Maskapai penerbangan internasional segera membatalkan rute melintasi wilayah Timur Tengah.
  • Ancaman Lanjutan: Komandan Garda Revolusi, Ebrahim Jabbari, memperingatkan bahwa mereka baru menggunakan “rudal sisa” dan akan segera merilis senjata yang tak terduga.

Di balik perebutan geopolitik ini, warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak.

Foto: Dok. Arab News

Media pemerintah Iran melaporkan sebuah sekolah dasar di kota Minab terkena serangan, yang menewaskan sedikitnya 85 orang.

Meskipun militer Israel belum memberikan komentar resmi, insiden ini menambah tekanan internasional terhadap operasi militer tersebut.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres telah menyerukan penghentian permusuhan segera dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan di New York. (NR)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *