Trump Curi Panggung NATO: KTT Bersejarah yang Tersisih oleh Satu Tokoh

KTT terbesar NATO tahun  di Den Haag justru dibayangi oleh kehadiran Donald Trump, yang mengubah peta geopolitik hanya dengan satu pidato.

Den Haag,Belanda  — kepala negara, menteri pertahanan, dan diplomat top dari 32 negara anggota berkumpul dalam KTT terbesar aliansi tersebut untuk menandatangani komitmen pertahanan yang ambisius: menaikkan belanja militer menjadi 5% dari PDB nasional dalam satu dekade ke depan. Namun yang menjadi pusat perhatian bukanlah dokumen penting itu melainkan Donald J. Trump.

Semua kamera, mikrofon, dan bahkan bisik-bisik ruang diplomasi tertuju pada satu pertanyaan: Apa yang akan dilakukan Trump kali ini?”

NATO kali ini telah menghasilkan kesepakatan  target belanja pertahanan sebesar 5% dari PDB (3,5% untuk alutsista dan 1,5% untuk infrastruktur dan siber). Angka ini adalah peningkatan signifikan dari komitmen sebelumnya, yakni 2%. Dengan kesepakatan ini nama Mark Rutte, yang merupakan Sekjen NATO yang baru, dipuji  karena sukses sebagai arsitek utama keberhasilan kesepakatan tersebut. Namun, perhatian media dan publik justru  tertuju pada Trump, yang datang terlambat dan mendominasi agenda.

“Trump Summit”: Panggung yang Diambil Alih

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato dalam konferensi pers KTT NATO 2025 ( Foto : dok. Newsweek)

Ketika Presiden AS akhirnya muncul di Den Haag bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menhan Pete Hegseth ia segera menyebut pertemuan itu sebagai highly productive dan very, very successful.”

Namun ia tak banyak menyinggung tentang capaian utama KTT tersebut.

Hal-hal hebat telah dicapai,” kata Trump dalam konferensi pers . “Tapi saya lebih ingin membicarakan bagaimana pasukan kami menghantam Iran akhir pekan lalu. Tidak ada militer lain yang bisa melakukan itu.” Kutip Newsweek.

Alih-alih mengangkat keberhasilan NATO, Trump fokus pada serangan udara AS terhadap situs nuklir Iran, negosiasi damai Ukraina, dan kritik terhadap Ketua The Fed. NATO, meski mencetak sejarah, hanya menjadi catatan kaki.

Pujian, Ancaman, dan Agenda Pribadi

Presiden Donald Trump bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada KTT NATO di Den Haag, ( Foto : Dok.AP News

Trump memang memuji beberapa pemimpin Eropa, termasuk Rutte yang disebutnya “terrific”, namun ia juga melontarkan kritik tajam ke Spanyol, yang menolak menaikkan belanja pertahanannya hingga 5%.

Mereka (Spanyol) tetap di 2 persen. Itu sangat buruk,” tegas Trump. “Kalau begitu, saya akan membuat mereka membayar dua kali lipat lewat perjanjian dagang.

Spanyol bukan satu-satunya yang ketinggalan. Negara-negara Eropa Barat dan Selatan, termasuk Italia dan Belgia, tertinggal dibanding negara-negara di Timur yang dekat dengan Rusia dan telah melipatgandakan anggaran militer mereka.

NATO dalam Bayang-Bayang Geopolitik Baru

Menurut laporan terbaru dari Kyiv School of Economics (KSE Institute), Rusia tengah mempersiapkan kekuatan militer jangka panjang yang melampaui perang di Ukraina. Ini termasuk:

  • Senjata hipersonik seperti Sarmat, Zirkon, dan Poseidon.
  • Ekspansi maritim menuju kawasan Arktik.

“Rusia sedang mempersiapkan kemampuan yang tak terkait langsung dengan Ukraina,” kata Pavlo Shkurenko, analis KSE, kepada Newsweek. “Ini tentang tantangan global yang perlu dijawab oleh Eropa, bukan hanya AS.”

Tim Tempur Brigade Lapis Baja ke-1, Angkatan Darat AS ( Foto : Dok. Hunter Army Airfield.)

Dengan Trump menunjukkan sinyal untuk mengurangi keterlibatan militer AS di Eropa, muncul kekhawatiran akan kekosongan kekuatan.

Namun Presiden Ceko Petr Pavel, mantan Ketua Komite Militer NATO, menanggapi optimis:

“Jika kita tahu kemampuan apa yang harus kita ganti dari AS, dan kita merencanakannya dengan tepat, tidak akan ada kekosongan kekuatan,” katanya di sela KTT kepada Newsweek.

Baltik Bergejolak

Jet tempur Saab JAS 39 Gripen milik Angkatan Udara AS>latihan diatas Gedung KTT  NATO 2025  d (Foto : Dok. Newsweek)

Di sisi lain, wilayah Baltik kembali memanas. Swedia mengerahkan jet tempur JAS Gripen untuk menghalau pesawat tempur Rusia Su-30 di atas Laut Baltik. Meskipun tidak melanggar wilayah udara, peristiwa ini mempertegas ketegangan yang meningkat sejak Swedia resmi menjadi anggota NATO.

“Ini adalah sinyal bahwa kami waspada, bahkan di Hari Midsummer,” ujar Mikael Ågren, juru bicara militer Swedia. “Suara pesawat kami adalah suara kebebasan.”

Capaian Bersejarah yang Tertutup Bayang-bayang

KTT NATO 2025 di Den Haag sejatinya mencetak sejarah: kesepakatan kolektif untuk menggenjot belanja militer dan mengurangi ketergantungan terhadap AS. Namun semua itu nyaris tak terlihat di layar kaca maupun sorotan media.

“Ini momen bersejarah,” kata Jim Townsend, eks pejabat Pentagon. “Tapi Anda tak akan melihatnya… karena semuanya tertutupi oleh Trump.”

Trump, dengan segala kontroversi dan karismanya, kembali menunjukkan bahwa dalam politik global, satu individu bisa membalik narasi sebuah aliansi internasional. (YA)

 

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *