Ultimatum Terakhir Kremlin: WhatsApp Ikuti Hukum Rusia atau Terhapus Selamanya!

Nasib WhatsApp di Ujung Tanduk: Moskow Beri Syarat Mutlak Jika Ingin Blokir Dibuka

Moskow, Rusia – Raksasa teknologi Meta kini sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan masa depan layanan WhatsApp di Rusia.

Kremlin secara resmi menegaskan bahwa peluang untuk memulihkan akses penuh aplikasi pesan instan tersebut sepenuhnya bergantung pada satu syarat mutlak: kepatuhan total terhadap hukum nasional Rusia.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas langkah pemerintah Rusia yang mulai memperlambat hingga membatasi akses WhatsApp di beberapa wilayah.

Langkah tegas ini diambil setelah Meta dianggap terus mengabaikan regulasi setempat, menciptakan ketegangan baru dalam peta persaingan teknologi global.

Dialog atau Penutupan Permanen

Dmitry Peskov, Sekretaris Pers Presiden Rusia menyampaikan pesan yang lugas namun tajam melalui Kantor Berita Rusia, TASS.

Ia mengisyaratkan bahwa pintu rekonsiliasi masih terbuka, namun kuncinya ada di tangan Mark Zuckerberg dan jajaran petinggi Meta.

  • Peluang Kesepakatan: Moskow siap membuka kembali blokir jika Meta menunjukkan kesiapan untuk berdialog secara kooperatif dengan otoritas Rusia.
  • Risiko Sikap Keras: Jika Meta tetap pada pendiriannya yang tidak berkompromi, Peskov menegaskan bahwa “tidak akan ada peluang” bagi WhatsApp untuk kembali beroperasi secara normal.
  • Langkah Teknis: Saat ini, lembaga pengawas telekomunikasi Rusia, Roskomnadzor, telah mulai mengambil langkah teknis untuk memperlambat akses sebagai bentuk peringatan keras.

Isu ini bukan sekadar urusan administratif. Pemerintah Rusia mengklaim memiliki alasan keamanan nasional yang mendesak di balik pembatasan ini.

Menurut Roskomnadzor, aplikasi pesan instan populer tersebut sering disalahgunakan untuk koordinasi aktivitas ilegal yang mengancam stabilitas negara.

Bagi Rusia, kewajiban platform digital asing bukan hanya soal teknis operasional, tetapi juga mencakup lokalisasi data pengguna dan kerja sama aktif dalam memerangi konten ilegal serta penipuan yang menyasar warga sipil.

Bukan Politik, Masalah Hukum

Dilansir dari Rusia News Agency, TASS, Anggota Parlemen Rusia, Anton Nemkin mempertegas bahwa situasi ini adalah murni masalah legalitas.

Ia menjelaskan bahwa Meta kini beroperasi di bawah rezim hukum yang berbeda, setelah ditetapkan sebagai organisasi ekstremis oleh pengadilan Rusia.

Setiap platform asing wajib mematuhi persyaratan lokalisasi data dan bekerja sama dengan regulator lokal, karena negara memprioritaskan perlindungan warga dari skema penipuan dan penyebaran informasi terlarang yang sering kali memanfaatkan layanan asing.

Nemkin mencatat bahwa perusahaan IT asing lainnya tetap bisa bertahan di pasar Rusia, selama mereka bersedia menghormati kerangka hukum kedaulatan negara tersebut.

Whatsapp sudah memberikan pengumuman dan pernyataan melalui platform X, bahwa pemerintah Rusia mencoba memblokir WhatsApp sepenuhnya demi memaksa orang-orang beralih ke aplikasi pengawas milik negara.

“Upaya mengisolasi lebih dari 100 juta pengguna dari komunikasi yang privat dan aman adalah sebuah langkah mundur, dan hanya akan membuat masyarakat di Rusia merasa semakin tidak aman. Kami terus melakukan segala cara semampu kami agar para pengguna tetap bisa terhubung.”

Di tengah tekanan global dan blokir yang kian meluas, keputusan Meta akan menjadi preseden penting.

Apakah mereka akan memilih kehilangan jutaan pengguna di Rusia demi mempertahankan kebijakan global mereka, atau mulai melangkah ke meja perundingan dengan Kremlin ?

Bagi jutaan warga Rusia yang masih bergantung pada WhatsApp untuk komunikasi sehari-hari, ketidakpastian ini menciptakan ruang tunggu yang melelahkan. Namun, pesan dari Moskow sudah sangat jelas: Patuh atau Pergi. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *