Warning Travelers! Kedubes Korsel Rilis Peringatan Keras, Bali Darurat Keamanan ?

Korea Selatan Ungkap Rentetan Kriminalitas, Himbau Warganya Yang Sedang Atau Hendak ke Bali

Jakarta – Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia secara resmi mengeluarkan peringatan keamanan (Safety Notice), bagi warganya yang sedang atau hendak berwisata ke Bali.

Langkah darurat ini diambil menyusul serangkaian kejahatan yang menargetkan warga negara asing (WNA), di sejumlah titik primadona wisata Pulau Dewata, mulai dari kasus mutilasi hingga kekerasan seksual.

Melalui rilis resmi, pihak Kedutaan meminta para pelancong untuk meningkatkan kewaspadaan pribadi secara ekstra.

“Sehubungan dengan meningkatnya kejahatan serius yang menargetkan warga asing baru-baru ini di kawasan wisata populer seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu di wilayah Bali, kami meminta warga negara kami yang mengunjungi Bali untuk memperhatikan keselamatan pribadi mereka,” demikian himbauan resmi Kedubes Korsel di Jakarta.

Berdasarkan laporan media Korea, The Chosun Daily, wilayah-wilayah populer yang kini masuk dalam zona merah pengawasan antara lain adalah Jimbaran, Seminyak, dan Canggu.

Deretan Kasus Guncang Pulau Dewata

Keamanan Bali yang biasanya dikenal ramah kini tengah diuji rentetan peristiwa kriminalitas berat.

Dilansir dari The Chosun Daily, Kedutaan Besar Korea Selatan memaparkan tiga kasus utama yang menjadi dasar diterbitkannya peringatan keras ini:

  1. Kasus Mutilasi di Jimbaran: Pada malam 15 Februari, seorang pria berkebangsaan Ukraina diculik  sekelompok orang saat mengendarai sepeda motor. Keesokan harinya, korban ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan dengan tubuh yang telah dimutilasi.
  2. Pembunuhan Warga Belanda: Pada 23 Maret lalu, seorang pria asal Belanda tewas seketika setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh dua pria misterius bermotor, tepat di depan pintu vila tempatnya menginap.
  3. Kekerasan Seksual Terhadap Turis Tiongkok: Di hari yang sama dengan insiden warga Belanda, seorang wanita asal Tiongkok menjadi korban pemerkosaan oknum pengemudi ojek motor, saat dalam perjalanan pulang dari sebuah kelab malam.

Pihak Kedutaan menyoroti bahwa kejahatan-kejahatan ini tidak lagi terjadi di wilayah terpencil, melainkan di jantung pariwisata Bali.

Peningkatan patroli dan pengawasan mandiri sangat disarankan bagi wisatawan yang beraktivitas di area itu.

Kedutaan Besar Korea Selatan mendesak setiap warga negaranya untuk segera melaporkan segala bentuk ancaman atau kejadian mencurigakan, kepada kepolisian setempat guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

Situasi ini menjadi alarm bagi industri pariwisata Bali, untuk segera mengevaluasi sistem keamanan di kawasan publik maupun penginapan.

Wisatawan sangat disarankan untuk menghindari bepergian sendirian di malam hari, terutama menggunakan sepeda motor di area yang minim penerangan.

Pihak berwenang juga diharapkan dapat segera mengusut tuntas kelompok pelaku yang terlibat dalam aksi penculikan dan serangan bersenjata itu, agar citra Bali sebagai destinasi wisata aman dunia tidak semakin tergerus. (*)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *