Zulhas: Negara Tak Akan Maju Tanpa Rakyat Desa Bergerak

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan tegaskan bahwa ekonomi nasional hanya bisa tumbuh jika rakyat ikut bergerak melalui koperasi desa

Jakarta — Di tengah berbagai tantangan ekonomi global dan kesenjangan pembangunan antara kota dan desa, sebuah pesan tegas disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. Ia menyerukan pentingnya membangun ekonomi nasional yang adil dan inklusif dan itu semua, menurutnya, dimulai dari desa.

 “Ekonomi tak bisa hanya digerakkan perusahaan besar. Rakyat harus ikut bergerak.” – Zulkifli Hasan

Dalam pernyataannya yang dikutip Minggu (15/6), Zulhas menggarisbawahi peran strategis Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) sebagai ujung tombak ekonomi kerakyatan. Menurutnya, keberadaan koperasi bukan semata soal dana, melainkan tentang perhatian negara terhadap potensi rakyat kecil.

Kenapa Kopdes Merah Putih penting ?

Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukanlah koperasi biasa. Ia menyebut lembaga ini sebagai bentuk nyata komitmen pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

  • Ekonomi partisipatif
    Pembangunan harus melibatkan rakyat sebagai subjek, bukan sekadar objek. Dengan koperasi desa, masyarakat diajak terlibat langsung dalam pertumbuhan ekonomi.
  • Bukan sekadar pendanaan
    “Intinya bukan soal uang, tapi soal perhatian dan keberpihakan. Itu yang paling penting,” ujar Zulhas. Negara harus berpihak pada masyarakat desa, memberi akses dan dukungan riil.
  • Menolak elitisme ekonomi
    Pembangunan ekonomi, kata Zulhas, tidak boleh bersifat elitis. Bila hanya kelompok besar yang berkembang, maka kesenjangan sosial semakin melebar.
  • UMKM = Mitra Sejajar
    Zulhas mendorong BUMN agar tidak melihat pelaku UMKM sebagai objek belas kasihan, tapi mitra sejajar yang memiliki potensi besar.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM per Mei 2025, Jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 126.000 unit, dengan kontribusi koperasi terhadap PDB nasional sekitar 5,1%.

Sekitar 64,5 juta pelaku UMKM menyumbang lebih dari 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja nasional.

Namun, akses pembiayaan, pasar, dan pelatihan masih menjadi kendala utama bagi pelaku ekonomi di desa. Inilah yang coba dijembatani lewat penguatan Kopdes Merah Putih.

Menuju Masa Depan yang Inklusif

Pemerintah berharap, dengan semakin kuatnya Kopdes Merah Putih:

  • Distribusi pembangunan bisa lebih merata
  • Ketimpangan sosial dapat ditekan
  • Desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru
  • Struktur ekonomi nasional lebih kokoh karena bertumpu dari bawah

Zulhas pun menutup dengan harapan besar:

“Kalau diberi kesempatan, rakyat pasti bisa berkembang. Maka tugas kita adalah membuka jalan dan memberi mereka alat.” (VT)

 

 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *