Strasbourg, Prancis – Terkadang, sepakbola bukan tentang siapa yang memiliki pemain paling banyak di lapangan, melainkan tentang siapa yang memiliki tekad paling besar. Paris Saint-Germain (PSG) membuktikan hal itu pada Senin (02/02/26) dinihari.
Meski harus bermain dengan 10 orang setelah Achraf Hakimi diusir wasit, raksasa Paris ini sukses membungkam Strasbourg 2-1 di Stade de la Meinau untuk merebut kembali takhta Ligue 1.
Kemenangan ini menjadi kemenangan keenam berturut-turut bagi anak asuh Luis Enrique, sekaligus membalas tekanan dari RC Lens yang sempat mengudeta posisi puncak sebelumnya.
Dari Penalti Hingga Gol Kilat
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi khas tuan rumah yang kini ditangani Gary O’Neil. Strasbourg hampir saja unggul lebih dulu lewat titik putih, setelah kapten PSG, Marquinhos, melakukan handball tak sengaja.
Namun, kiper Safonov tampil sebagai pahlawan dengan terbang menghalau eksekusi penalti Panichelli pada menit ke-20.
- Hanya berselang dua menit, PSG menghukum kegagalan tersebut. Senny Mayulu membuka keunggulan lewat tembakan first-time mematikan setelah menerima bola liar hasil kerja keras Bradley Barcola.
- Meski Strasbourg sempat menyamakan kedudukan lewat gol Guela Doue di menit ke-26, babak pertama berakhir dengan tensi yang menjanjikan drama lebih besar.
Kartu Merah Hakimi
Petaka nyaris menghampiri PSG, saat Achraf Hakimi menerima kartu merah langsung di menit ke-75 akibat tekel telat, dan memaksa PSG bermain bertahan di sisa laga.
Publik Strasbourg bersorak, merasa hasil imbang 1-1 sudah di depan mata. Namun, Luis Enrique justru menunjukkan ketenangannya dengan menginstruksikan Warren Zaire-Emery mengisi pos bek kanan.
- ‘Sihir’ terjadi di menit ke-81. Berawal dari visi Lee Kang-In yang omnipresen, bola dikirim ke sisi kanan, lalu Zaire-Emery melepaskan umpan silang jauh ke tiang jauh.
- Nuno Mendes muncul seperti kilat, menyambut bola dengan sundulan yang merobek gawang Penders. Skor 2-1 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Pasca-laga, Pelatih PSG, Luis Enrique memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Ia mengakui babak pertama timnya kurang maksimal dalam penetrasi, namun mentalitas di babak kedua adalah kunci sesungguhnya.
“Ini kemenangan yang sangat penting untuk kepercayaan diri. Menjelang akhir laga dengan sepuluh pemain, kami tetap mampu menciptakan peluang,” ujar Enrique kepada PSG TV.
Lee Kang-In, yang melakukan comeback emosional dari masa pemulihan cedera, juga tak kuasa menahan rasa syukurnya.
“Cedera tidak pernah mudah. Saya ingin berterima kasih kepada semua staf dan rekan setim yang selalu ada di samping saya. Kami senang dengan kemenangan ini, tapi pekerjaan belum selesai,” pungkasnya dikutip dari Situs Resmi PSG.
PSG tidak hanya menang karena bakat, tapi karena kemampuan mereka untuk bertahan dalam badai. Kini, fokus Les Rouge et Bleu beralih sepenuhnya ke Parc des Princes.
Laga panas Le Classique melawan Olympique de Marseille sudah menanti, sebuah pembuka dari bulan Februari yang diprediksi akan menjadi bulan paling spektakuler di Ligue 1 musim ini. (*)
Hasil Lainnya Ligue 1 :
- Lyon vs Lille: 1-0
- Metz vs Angers: 0-1
- Brest vs Nice: 2-2
- Toulouse vs Auxerre: 0-0
Baca juga :





