Plzen, Ceko – Sepakbola sering kali menyimpan skenario paling dramatis tepat saat harapan mulai memudar. FC Porto nyaris pulang dengan kepala tertunduk dari Doosan Arena sebelum Deniz Gul muncul sebagai pahlawan.
Pada laga Liga Europa, Jumat (23/01/26) dinihari, Porto berhasil memaksakan hasil imbang 1-1 melawan tuan rumah Viktoria Plzen lewat gol penyama kedudukan di menit ke-90.
Porto harus menghadapi gol cepat lawan, kegagalan penalti Samu Aghehowa, hingga kartu merah yang melayang di pinggir lapangan.
Hasil ini menjaga asa The Dragons untuk tetap bersaing di papan atas klasemen, meski posisi mereka kini mulai terancam oleh hasil pertandingan tim rival lainnya.
Pukulan Cepat & Mimpi Buruk
Viktoria Plzen, yang memegang rekor pertahanan baja di Liga Europa musim ini, langsung menyengat di menit ke-6.
- Lukas Cerv melepaskan tendangan melengkung mematikan yang gagal dihalau Diogo Costa untuk mengubah skor menjadi 1-0.
- Porto yang tertinggal mencoba merespons, namun tembok pertahanan Plzen terbukti sesulit yang dibayangkan.
Momen paling krusial terjadi tepat sebelum turun minum. Kapten Plzen, Matej Vydra, melakukan pelanggaran konyol dengan menepis bola menggunakan tangan di kotak terlarang.
Wasit Andris Treimanis, setelah berkonsultasi dengan VAR, memberikan kartu merah langsung dan hadiah penalti untuk Porto. Sayangnya, Samu Aghehowa yang maju sebagai algojo justru mengirim bola melebar.
Ini menjadi kegagalan penalti kedua bagi sang striker dalam lima hari terakhir, sebuah beban mental yang tampaknya mulai menghantui ketajaman pemain muda tersebut.
Memutar Takdir di Menit Akhir
Di babak kedua, meski unggul jumlah pemain, Porto justru terlihat frustrasi. Pelatih Francesco Farioli melakukan serangkaian pergantian pemain, termasuk memasukkan Deniz Gul.
- Tuan rumah bertahan dengan sangat dalam, membuat setiap serangan Porto seolah membentur tembok beton.
- Kebuntuan baru pecah saat laga memasuki menit ke-90. Menerima umpan dari Jakub Kiwior, Deniz Gul menunjukkan mengapa ia layak menjadi pilihan utama.
- Dengan kekuatan fisiknya, ia memutar badan melewati penjaganya dan melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihalau kiper Wiegele.
Gol tersebut membungkam publik Plzen, sekaligus menyelamatkan Porto dari kekalahan yang memalukan. Hasil imbang ini menempatkan Porto dalam situasi yang cukup mendebarkan.
Dengan satu laga tersisa melawan Rangers, The Dragons tidak memiliki pilihan selain menang jika ingin mengamankan tiket langsung ke fase berikutnya tanpa melalui babak play-off. (*)
Baca juga :





