Mobil Mewah Disita, Riza Chalid Masih Buron!

Tiga Kali Mangkir, Penyidik Telusuri Jejak Aset Korupsi Minyak Hingga ke Garasi Mewah dan Valuta Asing

Jakarta — Senin (04/08/25)  malam di kawasan Tegal Parang, Jakarta Selatan, petugas dari Kejaksaan Agung menyambangi sebuah rumah mewah.

Tak ada perlawanan, hanya suara mesin mobil yang dinyalakan satu per satu bukan untuk kabur, tapi untuk disita.

Lima unit kendaraan mewah diamankan sebagai bagian dari pengusutan kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, dan produk kilang di PT Pertamina.

Tersangka utamanya adalah Muhammad Riza Chalid (MRC), nama lama dalam daftar elite yang kini buron.

Dalam rumah tersangka MRC, penyidik menemukan barang bukti yang disita yaitu:

  • 1 unit Toyota Alphard
  • 1 unit Mini Cooper
  • 3 unit Mercedes-Benz
  • Uang tunai dalam berbagai mata uang (termasuk USD dan mata uang asing lain)
  • Lokasi penggeledahan: Depok, Pondok Indah, dan Mampang

Langkah penyitaan ini bukan dilakukan tanpa alasan. Riza Chalid, yang dikenal luas sebagai sosok kuat di balik berbagai konsesi migas nasional, tiga kali absen dari panggilan pemeriksaan penyidik.

“Barang-barang ini disita dari pihak terafiliasi, setelah tersangka tidak mengindahkan panggilan,” ujar Anang Supriatna, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, dalam konferensi pers di Gedung Bundar, Jakarta, Selasa (05/08/25).

Jerat Hukum Diperluas

Tak hanya mengejar pelaku, Kejagung memastikan bahwa proses hukum juga menyasar aset-aset hasil kejahatan, termasuk kendaraan, properti, dan rekening bank.

“Ini bagian dari strategi pemulihan kerugian negara. Bukan hanya menjerat pelaku, tapi menelusuri seluruh aliran dana dan aset,” tegas Anang.

  • Riza telah mangkir tiga kali: 24 Juli, 28 Juli, dan 4 Agustus 2025
  • Ia meninggalkan Indonesia ke Malaysia sejak 6 Februari 2025
  • Status Riza dalam proses pengajuan red notice melalui Interpol
  • Kejagung pertimbangkan untuk menetapkannya sebagai DPO (Daftar Pencarian Orang)

Nama Riza Chalid bukan nama baru dalam dunia bisnis energi Indonesia. Ia dikenal sebagai beneficial owner PT Orbit Terminal Merak, dan telah ditetapkan sebagai tersangka bersama delapan lainnya pada 10 Juli 2025.

Namun hingga kini, keberadaannya masih misterius. Tak ada tanda-tanda kepulangan sejak ia tercatat keluar dari RI. (YA)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *