Eropa — Langit di atas Eropa Selatan seolah terbakar. Gelombang panas yang tak berkesudahan telah memicu serangkaian kebakaran hebat, memaksa negara-negara di benua itu untuk bahu-membahu dalam pertarungan melawan api yang mengancam kota dan desa.
Dari Yunani, Spanyol, hingga Portugal, para pemadam kebakaran berjibaku dengan api, sementara evakuasi massal menjadi satu-satunya pilihan bagi warga yang terancam.
Dilansir dari AP News, para pemadam kebakaran di tiga negara itu memanfaatkan jeda dari kecepatan angin, untuk meningkatkan serangan udara. Pesawat-pesawat pemadam dikerahkan secara masif, menjatuhkan air di titik-titik api yang paling rawan.
Namun, pihak berwenang mengingatkan bahwa pertarungan ini masih jauh dari kata usai, mengingat suhu ekstrem diperkirakan akan terus berlanjut.

Di Yunani, api pertama kali berkobar pada Selasa (12/08/25) di distrik Syhena, kota Patras, yang diduga sengaja dipicu oleh dua tersangka yang kini telah ditangkap.
Namun, akibat angin kencang, api dengan cepat menyebar, merusak rumah, tempat bisnis, dan bahkan dua biara bersejarah.
“Hari ini adalah hari yang sangat sulit dengan tingkat risiko kebakaran yang masih sangat tinggi di banyak wilayah di negara ini,” ucap Juru Bicara Pemadam Kebakaran, Vassilis Vathrakoyiannis, dikutip dari EuroNews.
Sebagai bukti beratnya perjuangan, ia menambahkan bahwa setidaknya 15 pemadam kebakaran telah dilarikan ke rumah sakit karena luka bakar, menghirup asap, atau kelelahan.
Korban Berjatuhan & Kerusakan Parah

Di Spanyol, api kebakaran di wilayah Leon telah menghanguskan sekitar 38.000 hektar lahan. Di Valencia, petir memicu kebakaran yang membuat pejabat setempat mendeklarasikan level darurat 2.
Sementara itu, tujuh titik api masih membara di sekitar kota Ourense. Seorang pemadam kebakaran relawan tewas, setelah menderita luka bakar parah di utara Madrid.
Pihak berwenang juga melaporkan kematian seorang pria berusia 37 tahun, serta sedikitnya 12 korban luka-luka di wilayah Zamora dan Leon.
Tak jauh berbeda, di Portugal, lebih dari 900 pemadam kebakaran dikerahkan untuk melawan api di kota Arganil. Tiga titik api lainnya juga dilaporkan terjadi di Satao, Cinfaes, dan Trancoso.

Solidaritas Eropa dalam Tindakan
Dalam menghadapi bencana yang meluas ini, Uni Eropa menunjukkan solidaritasnya. Badan perlindungan sipil UE merespons permintaan bantuan dari Yunani, Spanyol, Bulgaria, Montenegro, dan Albania dengan mengirimkan pesawat serta helikopter pemadam kebakaran.
Meskipun api masih mengamuk di Portugal, Perdana Menteri, Luis Montenegro menyatakan bahwa ia belum meminta bantuan internasional, tetapi tidak menutup kemungkinan jika situasi memburuk.

Sementara itu, fokus utama bantuan Uni Eropa tertuju pada Podgorica, ibu kota Montenegro. Presiden Uni Eropa, Ursula von der Leyen menggarisbawahi semangat kebersamaan ini melalui Akun X resminya:
“Kami sedang memobilisasi dukungan untuk Yunani menyusul permintaan bantuan mereka. Dan petugas pemadam kebakaran yang telah disiagakan sebelumnya sudah membantu di Spanyol. Ini adalah solidaritas Eropa dalam tindakan,” ucapnya.
Di tengah langit yang memerah dan asap yang membumbung, Eropa bersatu dalam menghadapi ancaman yang sama. (VT)
Baca juga :





