Setelah Capai Kata Sepakat, 10.400 Awak Kabin Air Canada Resmi Hentikan Mogok Kerja!

Aksi Mogok Usai, Air Canada Butuh Sepekan Untuk Kembali Bisa Beroperasi Secara Normal

Montreal, Kanada — Pemogokan awak kabin Air Canada yang sempat melumpuhkan jadwal penerbangan selama hampir empat hari resmi berakhir, setelah serikat pekerja mencapai kesepakatan dengan maskapai terbesar Kanada itu pada Selasa (18/08/25).

Aksi mogok ini tercatat sebagai yang pertama dalam empat dekade terakhir, dan sempat mengguncang rencana perjalanan ratusan ribu penumpang.

“Pemogokan telah berakhir. Kami memiliki kesepakatan awal yang akan kami ajukan kepada anggota,” tulis Canadian Union of Public Employees (CUPE), serikat pekerja yang mewakili 10.400 awak kabin Air Canada, dalam pernyataan di media sosial.

Air Canada mengonfirmasi akan memulai pemulihan operasi secara bertahap. Namun, pihak maskapai memperingatkan bahwa pemulihan penuh jadwal penerbangan bisa memakan waktu hingga lebih dari satu minggu.

Sejumlah penerbangan dipastikan masih akan dibatalkan dalam 7–10 hari mendatang.

“Air Canada’s Q3 just taxied back to the gate dengan ratusan penerbangan yang dibatalkan dan mungkin butuh hingga 10 hari untuk kembali normal,” ujar Michael Schulman, Chief Investment Officer di Running Point Capital.

Ratusan Ribu Penumpang Terdampak

Selama aksi mogok, banyak penumpang yang terdampar, terpaksa tidur di bandara, atau mencari penerbangan alternatif. Meski frustrasi, sebagian besar tetap menyuarakan dukungan kepada awak kabin.

Penumpang yang terlantar berbincang dengan petugas bandara saat awak kabin Air Canada melakukan mogok kerja – Foto: Dok. Reuters

Seorang penumpang di Bandara Toronto mengaku kesulitan mencari tiket pengganti.

“Sulit memang, tapi saya mengerti tuntutan mereka. Pekerjaan mereka berat dan layak dihargai,” ujarnya kepada media lokal.

Upah dan Tugas Tak Dibayar

Perselisihan berawal dari tuntutan serikat pekerja yang menilai kompensasi Air Canada tidak memadai. Maskapai sebelumnya menawarkan kenaikan total gaji 38% dalam empat tahun, termasuk 25% di tahun pertama.

Namun, CUPE menilai tawaran itu masih belum menjawab masalah mendasar: pekerjaan di darat, seperti boarding penumpang, yang hingga kini tidak dibayar.

“Ini bukan sekadar soal angka, tetapi soal pengakuan atas kerja kami yang nyata,” kata seorang anggota serikat kepada Reuters.

Menariknya, aksi mogok tetap berlanjut meski Dewan Hubungan Perburuhan Kanada menyatakan mogok itu tidak sah.

Hal ini menciptakan kebuntuan tiga arah antara serikat pekerja, manajemen Air Canada, dan pemerintah federal.

Menteri Tenaga Kerja Kanada, Patty Hajdu bahkan sempat mendorong kedua belah pihak masuk ke meja mediasi, sembari berjanji menyelidiki dugaan praktik “unpaid work” di sektor penerbangan.

Dalam pernyataannya, Air Canada menegaskan pelanggan yang penerbangannya dibatalkan dapat memilih refund, kredit perjalanan, atau pemesanan ulang di maskapai lain.

Dengan berakhirnya pemogokan, maskapai itu berharap dapat memulihkan reputasinya di tengah meningkatnya tekanan serikat pekerja di berbagai sektor transportasi Kanada. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *