Washington, AS – Di tengah desing peluru dan bayang-bayang konflik yang membelah dunia, seorang pria dengan setelan rapi berdiri di hadapan para investor, bukan untuk membicarakan saham, melainkan tentang sebuah janji yang melintasi garis peperangan.
Gianni Infantino, sang nahkoda FIFA, memberikan kepastian di tengah ketidakpastian; bahwa di lapangan hijau, politik hanyalah kebisingan latar belakang yang tak boleh membungkam sorak-sorai rakyat.
Bagi Iran, jalan menuju Amerika Serikat mungkin dipenuhi rintangan diplomatik. Namun bagi Infantino, sepakbola adalah jembatan yang terlalu berharga untuk dibiarkan runtuh begitu saja.
Presiden FIFA, Gianni Infantino secara resmi menegaskan bahwa Tim Nasional Iran “sudah pasti” akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 musim panas ini.
Pernyataan ini sekaligus mematahkan keraguan global, terkait status kepesertaan Iran akibat konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Berbicara dalam forum CNBC’s Invest in America di Washington, Infantino menekankan bahwa olahraga harus tetap berdiri di luar koridor politik.
Meskipun Iran dijadwalkan memainkan seluruh laga fase grup mereka di tanah Amerika Serikat, yang notabene adalah pihak dalam konflik tersebut, FIFA menjamin bahwa turnamen akan berjalan sesuai jadwal tanpa pemindahan lokasi.
Membangun Jembatan di Tengah Ketegangan
Partisipasi Iran sempat menjadi tanda tanya besar sejak pecahnya konflik pada 28 Februari 2026 lalu.
Ketegangan semakin meningkat setelah serangkaian serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel, yang memicu berbagai spekulasi mengenai keamanan dan kelayakan perjalanan tim Iran ke Amerika Utara.
Dilansir dari ESPN, FIFA melaporkan telah menolak permintaan pejabat pemerintah Iran untuk memindahkan lokasi pertandingan ke Meksiko.
Keputusan ini diambil karena FIFA percaya bahwa kehadiran Iran adalah representasi dari hak para pemain dan rakyatnya, yang telah berjuang meraih kualifikasi sejak Maret 2025.
Infantino menjamin kehadiran tim Iran dengan kalimat tegas, “Iran harus datang, mereka mewakili rakyat mereka,” ujarnya dikutip dari ESPN.
- Lokasi Pertandingan: Seluruh laga grup Iran tetap digelar di AS, meskipun ada permintaan pemindahan ke Meksiko yang ditolak FIFA.
- Kesiapan Pemain: Berdasarkan kunjungan Infantino ke kamp latihan tim di Antalya, Turki, para pemain Iran dilaporkan sangat bersemangat dan menolak untuk mundur dari turnamen.
- Jadwal Padat: Delegasi Iran wajib tiba di Arizona pada 10 Juni 2026 untuk memulai pertandingan mereka.
Jika situasi berjalan sesuai rencana, Timnas Iran akan melakoni perjalanan panjang melintasi negara bagian Amerika Serikat untuk menghadapi lawan-lawan mereka di Grup G. Jadwal laga Timnas Iran di Amerika Serikat :
- 15 Juni 2026: Melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, Inglewood, California.
- 21 Juni 2026: Menghadapi Belgia di SoFi Stadium, Inglewood, California.
- 26 Juni 2026: Menghadapi Mesir di Seattle, Washington.
Sikap Kontradiktif Gedung Putih
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan respons yang ambigu, terkait kedatangan tim dari negara yang sedang berkonflik dengannya.
Menurut laporan AP News, Trump menyatakan bahwa ia “tidak terlalu peduli” namun tetap menyiratkan bahwa para pemain akan diperlakukan bak bintang, meskipun ia juga tetap memperingatkan adanya risiko keamanan yang mengintai.
Piala Dunia 2026 bukan sekadar turnamen, melainkan ujian terbesar bagi diplomasi olahraga di abad ini.
Di saat dunia terpecah oleh garis perbatasan dan kebijakan perang, FIFA memilih untuk memegang teguh prinsip bahwa bola tidak mengenal musuh.
Iran akan tetap terbang menuju California, bukan sebagai representasi dari sebuah konflik, melainkan sebagai duta dari harapan jutaan rakyatnya.
Pada akhirnya, ketika peluit pertama dibunyikan di SoFi Stadium nanti, dunia akan melihat apakah sepakbola benar-benar mampu menjadi jembatan terakhir yang tetap utuh, di saat semua jembatan lainnya telah terbakar. (*)
Baca juga :





