Vigo, Spanyol – Bayangkan sebuah stadion klasik yang terjepit di antara pemukiman padat kota Vigo, Spanyol.
Di satu sisi, tribun yang sedang direnovasi membiarkan cahaya matahari sore masuk tanpa penghalang, menciptakan panggung alami bagi sebuah drama sejarah.
Di tengah kepulan asap biru dan yel-yel “¡Si, se puede!” dari ribuan pendukung tuan rumah yang berapi-api, sekelompok pemain Jerman masuk dengan kepala tegak.
Mereka bukan datang untuk menjadi saksi kebangkitan lawan, melainkan untuk menuliskan nama mereka dalam tinta emas sejarah sepakbola Eropa.
SC Freiburg resmi mencetak sejarah baru dengan melangkah ke semifinal kompetisi Eropa untuk pertama kalinya, setelah menumbangkan Celta Vigo 3-1 di Estadio Balaidos, Jumat (17/04/26) dinihari.
Kemenangan ini mengunci agregat telak 6-1, membawa anak asuh Julian Schuster terbang ke empat besar Liga Europa berkat aksi gemilang Igor Matanovic dan dua gol dari Yuito Suzuki.
Sejak peluit pertama dibunyikan, atmosfer stadion terasa sangat “panas” dan penuh tekanan.
Namun, Freiburg yang datang dengan modal kemenangan 3-0 di leg pertama menunjukkan ketenangan luar biasa, dalam meredam gelombang semangat suporter tuan rumah.
Membungkam Stadion & Menuju 4 Besar
Meskipun Celta Vigo tampil agresif dengan tiga striker sekaligus, pertahanan solid Freiburg yang dipimpin oleh Philipp Lienhart berhasil membuat tuan rumah frustrasi.

Sepanjang 20 menit pertama, Celta bahkan gagal melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran. Momen kunci terjadi pada menit ke-33 melalui drama VAR.
- Igor Matanovic melepaskan tendangan voli spektakuler yang merobek pojok atas gawang lawan. Meski sempat dianulir karena dugaan offside, wasit akhirnya mensahkan gol tersebut setelah peninjauan video.
- Hanya berselang enam menit, Yuito Suzuki menggandakan keunggulan menjadi 2-0, membuat satu kaki Freiburg sudah berada di semifinal sebelum babak pertama usai.
- Memasuki babak kedua, Freiburg tetap memegang kendali permainan. Yuito Suzuki kembali mencetak gol pada menit ke-51 setelah menerima umpan matang dari Vincenzo Grifo, mengubah skor menjadi 3-0.
Keunggulan masif ini membuat ribuan pendukung tuan rumah yang tadinya riuh mendadak terdiam. Celta Vigo hanya mampu mencetak satu gol hiburan di menit terakhir (90′) melalui Willot Swedberg.
Meski kalah, tuan rumah patut diapresiasi atas semangat juang mereka yang tak henti menekan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Ketika peluit panjang bergema di bawah langit Spanyol, sorak-sorai kecil dari 1.200 suporter tandang Freiburg menjadi satu-satunya suara yang terdengar paling lantang. Sejarah telah tertulis, dan kini, babak semifinal menanti sang petarung baru dari Jerman. (*)
Baca juga :





