Build-to-Rent: Solusi Semu di Tengah Krisis Perumahan di Inggris!

Janji Hunian Dengan Harga Terjangkau, Berubah Menjadi Ilusi! Investor Membangun dan Mematok Harga Sewa Tinggi

London,Inggris  — Harapan besar pemerintah Inggris terhadap skema build-to-rent kini menghadapi ujian.

Niat  menjawab krisis perumahan, geliat investor besar justru memunculkan tanda tanya: benarkah pembangunan masif ini mampu menghadirkan rumah yang benar-benar terjangkau ?

Sejak 2020, rata-rata 14.000 unit hunian baru lahir setiap tahun dari proyek build-to-rent. Manchester dan London menjadi saksi bagaimana deretan apartemen modern menjulang, membawa wajah baru pada lanskap kota.

Namun, data terbaru yang diperoleh The Guardian menunjukkan paradoks. Rata-rata sewa di beberapa wilayah melonjak hingga 52% sejak 2015, jauh di atas kenaikan sewa rata-rata London.

Brent misalnya, yang menjadi rumah bagi proyek build-to-rent terbesar di Wembley, kini mematok harga sewa flat dua kamar antara 2.471 Poundsterling hingga 3.370 Poundsterling per bulan.

“Build-to-rent memang menawarkan kualitas, tapi belum menjawab persoalan keterjangkauan,” ujar Adam Almeida, Peneliti Perumahan, yang menyoroti lonjakan harga sewa di London barat.

Janji vs Realita

Bagi banyak keluarga muda di Inggris, janji hunian terjangkau kini terdengar semakin jauh. Di Wembley, flat mewah dengan fasilitas dog spa dan pusat kebugaran berdiri megah.

Namun bagi pekerja bergaji rata-rata, harga sewanya setara dengan setengah pendapatan tahunan.

“Kalau disuruh memilih, orang tentu lebih butuh harga sewa wajar daripada kolam renang pribadi,” kata seorang penyewa kepada The Guardian.

Sementara itu, hasil survei YouGov 2024 mengungkap mayoritas warga mendukung pengendalian harga sewa (rent control).

Namun opsi itu dianggap bertentangan dengan kepentingan investor, yang mengincar keuntungan maksimal. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *