Jakarta – Presiden Prabowo resmi menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani.
Keputusan ini langsung menyita perhatian publik, sebab nama Purbaya belum banyak dikenal publik dibandingkan pejabat ekonomi lainnya.
Publik lantas bertanya, mampukah Purbaya Yudhi Sadewa gantikan Sri Mulyani ? Namun, rekam jejak panjangnya di bidang riset, pasar modal, hingga birokrasi menunjukkan kapasitas yang tak bisa dipandang sebelah mata.
Latar Belakang dan Pendidikan
Purbaya lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 7 Juli 1964. Ia menempuh pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jurusan Teknik Elektro. Tak berhenti di bidang teknik, ia kemudian melanjutkan studi ekonomi hingga meraih Ph.D bidang Ekonomi dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
Karier Awal di Pasar Modal
Memasuki dunia profesional pada tahun 2000, Purbaya bergabung dengan Danareksa Research Institute sebagai Senior Economist.
Kariernya melesat cepat hingga dipercaya menjadi Chief Economist, lalu menjabat Direktur PT Danareksa Sekuritas pada 2008.
Di waktu bersamaan, ia juga menjadi Komisaris PT Danareksa Investment Management dan mengantongi izin resmi sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek dari Bapepam-LK (kini OJK).
Pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Purbaya ditunjuk sebagai Staf Khusus Menko Perekonomian Hatta Rajasa (2010–2014). Di periode yang sama, ia juga menjabat sebagai Anggota Komite Ekonomi Nasional.
Karier birokrasi Purbaya berlanjut di era Presiden Joko Widodo. Pada Maret 2015, ia diangkat sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis di Kantor Staf Presiden (KSP).
Tak lama kemudian, ia bergabung dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman mendampingi Luhut Binsar Pandjaitan.
Beberapa posisi penting lain yang pernah ia emban di era Jokowi antara lain:
- Wakil Ketua Satgas Pokja IV di Kemenko Perekonomian (2016–sekarang)
- Anggota Dewan Pertimbangan Kadin (2016–sekarang)
- Anggota Indonesia Economic Forum (2015–sekarang)
- Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kemenko Marves (2018)
- Staf Khusus di Kemenko Polhukam (2015–2016)
- Staf Khusus di Kemenko Kemaritiman (2016–2018)
Kini, Purbaya harus membuktikan dirinya mampu melanjutkan kebijakan fiskal yang sudah dibangun Sri Mulyani sekaligus menjawab tantangan besar perekonomian nasional.
Pengalaman panjangnya di bidang ekonomi dan birokrasi lintas kementerian akan menjadi modal penting dalam mengemban amanah baru sebagai Menteri Keuangan RI. (Ep)





