Tokyo, Jepang – Pemerintah Jepang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan generatif (AI), untuk mengajarkan bahasa Jepang kepada anak-anak dari keluarga imigran.
Langkah ini diambil menyusul semakin minimnya tenaga pengajar yang menguasai bahasa asing seperti Portugis, Mandarin, maupun Spanyol.
Kementerian Pendidikan Jepang menyebut sistem berbasis AI, akan menggabungkan aplikasi penerjemah otomatis dengan pengajaran daring, agar siswa dari latar belakang berbeda bisa mendapatkan kesempatan belajar yang sama.
“Kami ingin memastikan tidak ada siswa yang tertinggal hanya karena keterbatasan bahasa,” ujar salah satu pejabat kementerian kepada Kyodo News.
Menurut data resmi Kementerian Pendidikan Jepang :
- Hingga Mei 2023 terdapat lebih dari 69.000 pelajar di sekolah negeri Jepang yang membutuhkan dukungan khusus dalam pembelajaran bahasa Jepang. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak 1991.
- Ironisnya, sekitar 10 persen dari jumlah tersebut sama sekali belum mendapatkan bantuan bahasa, baik di kelas maupun kegiatan tambahan setelah sekolah.
Rencananya, pemerintah akan menyiapkan pedoman penggunaan AI dalam pengajaran sepanjang tahun ini.
Biaya program tersebut akan dimasukkan ke dalam anggaran pendidikan tahun fiskal 2026 yang dimulai April mendatang.(YA)





