Riyadh, Arab Saudi – Cristiano Ronaldo baru saja membuktikan bahwa usia hanyalah barisan angka yang gagal menjinakkan rasa laparnya akan kejayaan.
Di Al Awwal Park, sang kapten memimpin Al Nassr membungkam juara Asia, Al Ahli, dengan skor 2-0. Kemenangan krusial di pekan ke-30 SPL ini tidak hanya memperlebar jarak menjadi delapan poin di puncak klasemen.
Tetapi juga menjadi proklamasi Ronaldo bahwa misi utamanya musim 2025/2026, adalah mengakhiri dahaga juara liga selama tujuh tahun bagi publik Riyadh.
Lompatan Ikonik & 7 Tahun Puasa Gelar
Di usia 41 tahun, banyak pesepak bola yang sudah menikmati masa pensiun di lapangan golf, namun Ronaldo memilih untuk terbang.
Saat ketegangan mencapai puncaknya, peraih lima kali Ballon d’Or ini melompat paling tinggi menyambut sepak pojok Joao Felix.
Sundulan tajamnya merobek gawang Edouard Mendy, memecah kebuntuan yang telah berlangsung alot sejak peluit pertama.
Kemenangan ini disempurnakan tendangan voli keras Kingsley Coman, memastikan Al Nassr meraih poin penuh. Bagi Al Nassr, kemenangan ini adalah langkah raksasa untuk memutus kutukan tanpa gelar liga sejak 2019.
Dengan sisa empat pertandingan, posisi mereka di puncak kini semakin kokoh, menjauh dari kejaran Al Hilal yang berada di posisi kedua.

“Fight Until the End”: Janji Sang Kapten
Usai menerima penghargaan Man of the Match, Ronaldo memberikan pernyataan yang menggetarkan para pendukungnya.
Ia mengakui bahwa kariernya memang mendekati akhir, namun api kompetisinya masih menyala terang untuk generasi yang akan datang.
“Perjuangan akan berlanjut sampai akhir. Kami pantas menang karena kami menciptakan lebih banyak peluang dan bermain sangat taktis. Hal terpenting bagi saya saat ini adalah kemenangan tim. Kami benar-benar ingin menjuarai liga ini,” tegas pemain nomor 7 tersebut dikutip dari SPL.
Ronaldo menekankan bahwa kebahagiaannya saat ini berasal dari kemampuannya untuk terus berkontribusi, mencetak gol, dan yang paling utama, memenangkan trofi bagi Al Nassr. Ronaldo tidak sekadar bermain; ia mendominasi.
- Perburuan Sepatu Emas: Dengan 25 gol musim ini, ia hanya terpaut tiga gol dari Julian Quinones (Al Qadsiah) dalam daftar top skor sementara.
- Rekor Kemenangan: Al Nassr mencatatkan 15 kemenangan beruntun di liga, sebuah rekor klub yang menunjukkan konsistensi luar biasa di bawah arahan Jorge Jesus.
- Keunggulan Klasemen: Unggul 8 poin dari Al Hilal (rival terdekat yang memiliki simpanan satu pertandingan).

Jadwal Krusial Al Nassr Menuju Takhta
Mimpi juara Al Nassr kini memasuki fase “Date with Destiny”. Setelah menumbangkan Al Ahli, mereka dihadapi rangkaian jadwal padat yang akan menentukan apakah trofi akan pulang ke Al Awwal Park atau kembali jatuh ke tangan rival.
- Laga Tandang vs Al Qadsiah: Melawan tim asuhan Brendan Rodgers yang sedang berjuang menembus kompetisi benua.
- Derby Riyadh vs Al Shabab: Menghadapi lawan berbahaya yang diperkuat Yannick Carrasco dan Abderrazak Hamdallah.
- Final AFC Champions League Two: Di tengah perburuan liga, mereka juga harus bersiap menjamu Gamba Osaka.
Jorge Jesus telah meramu skuat ini dengan komposisi bintang seperti Sadio Mane dan Joao Felix untuk menghadapi tekanan seperti ini.
Al Nassr memiliki kendali penuh atas nasib mereka sendiri, asalkan mereka tidak tergelincir seperti awal tahun lalu.

Cristiano Ronaldo adalah seorang perfeksionis yang sedang menjalankan misi penebusan. Setelah dua musim sebelumnya berakhir tanpa gelar liga, musim 2025/2026 terasa seperti muara dari seluruh kerja kerasnya di tanah Arab.
Jika Al Nassr mampu menjaga fokus, laga kolosal melawan Al Hilal pada 12 Mei nanti mungkin hanya akan menjadi seremoni formalitas.
Bagi Ronaldo, ini bukan lagi soal statistik pribadi, melainkan tentang meninggalkan warisan sebagai pahlawan yang membawa Al Nassr kembali ke takhta juara Arab Saudi.
Waktunya bagi The Knights of Najd untuk membuktikan bahwa mereka benar-benar layak menjadi raja. (*)
Baca juga :





