Amerika Mengusir Paksa Timnas Iran, FIFA Tidak Berdaya Atau Standar Ganda ?

World Cup 2026: Keringat Belum Kering, Pesawat Sudah Menunggu, Iran Istirahat di Atas Awan

Los Angeles, AS – Membayangkan sebuah tim sepakbola elit yang baru saja bertempur habis-habisan selama 90 menit, dipaksa mengemas baju hangat mereka saat keringat bahkan belum sepenuhnya kering di badan, adalah visualisasi paling ironis dari turnamen sepakbola yang katanya mengusung jargon kedamaian.

Skuat Iran tidak diizinkan merebahkan punggung di kasur empuk hotel California, untuk mengembalikan kebugaran otot mereka.

Sebaliknya, mereka digiring menuju landasan pacu, dipaksa melintasi batas negara di atas pesawat malam, sementara para pemain dari negara lain sedang tertidur lelap menikmati fasilitas pemulihan terbaik.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoe mengecam keras perlakuan diskriminatif, yang diterima timnya, yang dipaksa langsung angkat kaki dari Amerika hanya beberapa jam pasca-pertandingan pembuka Grup G Piala Dunia di Los Angeles Stadium.

Perintah pengusiran mendadak yang merusak proses pemulihan (recovery) fisik pemain ini, melengkapi mimpi buruk logistik skuat Team Melli akibat konflik diplomatik berkepanjangan antara Teheran dan Washington.

Kendati kedua negara baru saja mengumumkan kesepakatan damai untuk mengakhiri operasi militer, ketegangan politik tetap membayangi turnamen akbar ini lewat penolakan belasan visa staf, pemberian dokumen mepet, hingga  kedaluwarsanya visa penyerang sayap Mehdi Torabi.

Situasi karut-marut tersebut memicu gelombang protes dari jajaran tim, yang merasa menjadi kontestan paling tertindas sepanjang sejarah turnamen modern.

Timnas Iran langsung diusir dari Amerika usai laga kontra Selandia Baru – Foto: Dok. FIFA

Politik, sekali lagi, berhasil menyelundupkan barikadenya ke dalam lapangan hijau, mengubah turnamen paling membahagiakan di dunia menjadi rangkaian ujian kesabaran yang nyaris mustahil bagi sebelas pria di lapangan.

Jet Lag & Pengusiran Kilat Pasca-Laga

Ketika peluit panjang berbunyi menandai skor imbang 2-2 melawan Selandia Baru, skuat Iran mengira mereka memiliki waktu setidaknya hingga Selasa siang untuk beristirahat.

Namun, instruksi sepihak yang datang di ruang ganti langsung mengubah suasana malam menjadi kepanikan logistik yang luar biasa.

  • Pemotongan Hak Recovery: Skuat Iran dipaksa langsung menempuh perjalanan udara sejauh 140 mil kembali ke kamp pelatihan mereka di Tijuana, Meksiko, tanpa diberi waktu pemulihan fisik yang layak.
  • Pembatalan Izin Tinggal: Tim pelatih mengungkapkan bahwa pihak otoritas membatalkan janji awal yang menyatakan bahwa delegasi Iran diperbolehkan menetap di California hingga Selasa siang.
  • Stres Mental Pemain: Keputusan mendadak ini baru disampaikan kepada para pemain tepat di hari pertandingan berjalan, memicu tekanan psikologis masif di tengah ketatnya persaingan turnamen.
  • Penerbangan Malam Darurat: Seluruh anggota tim, termasuk para pemain yang mengalami kelelahan ekstrem, dilaporkan langsung naik ke dalam pesawat pasca-laga demi mengejar tenggat waktu keluar dari perbatasan AS.

Runtuhnya Manajemen Operasional Tim

Timnas Iran langsung diusir dari Amerika usai laga kontra Selandia Baru – Foto: Dok. AFP

Mimpi buruk tim nasional Iran sebenarnya sudah dimulai jauh sebelum peluit sepak mula dibunyikan di Los Angeles.

Ketegangan hubungan bilateral antara Washington dan Teheran, berimbas langsung pada pincangnya struktur operasional tim di belakang layar. Amerika mempersulit penerbitan dokumen perjalanan bagi delegasi Iran.

Sekitar 15 anggota staf pendukung tim secara resmi ditolak untuk mendapatkan visa masuk ke AS, sementara dokumen perjalanan bagi para pemain utama baru diterbitkan di menit-menit terakhir sebelum turnamen dimulai.

Akibat hilangnya personel-personel kunci seperti manajer tim dan staf logistik, tim teknis asuhan Amir Ghalenoei terpaksa mengambil alih seluruh tugas-tugas manajerial perhotelan dan transportasi secara mandiri.

Kondisi darurat ini bahkan memaksa Team Melli memindahkan markas latihan mereka dari Tucson, Arizona, ke Tijuana, Meksiko, di saat-saat terakhir akibat ketidakpastian birokrasi tersebut.

“Mereka memperlambat kedatangan kami, (sekarang) mereka memaksa kami untuk pulang lebih awal tanpa ada waktu untuk pemulihan. Mereka bikin situasi jadi makin susah, menghadapkan kami dengan lebih banyak rintangan, tapi kami nggak bakal membiarkan hal itu menghentikan kami untuk memberikan yang terbaik. Itulah mengapa saya pikir kami adalah tim paling tertindas di Piala Dunia,” ujar Amir Ghalenoei, Pelatih Iran dikutip dari AFP.

Krisis birokrasi ini mencapai puncaknya ketika media pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa visa milik penyerang sayap mereka, Mehdi Torabi, langsung kedaluwarsa begitu pertandingan melawan Selandia Baru berakhir.

Berbeda dengan pemain lain, Torabi hanya dianugerahi visa sekali masuk (single-entry) oleh Amerika. Masalah ini diperparah dengan kapten tim Mehdi Taremi beserta seorang staf sempat tertahan.

Timnas Iran langsung diusir dari Amerika usai laga kontra Selandia Baru – Foto: Dok. FIFA

Mereka mengalami kesulitan interogasi saat melewati proses imigrasi di Bandara Los Angeles, sesaat sebelum pesawat lepas landas menuju Meksiko.

Dilansir dari AFP, saking parahnya situasi di lapangan, Presiden FIFA, Gianni Infantino dikabarkan sempat mendatangi langsung ruang ganti Iran, untuk berdiskusi dan mencoba mencari jalan keluar atas bencana logistik yang menimpa tim kontestan Grup G tersebut.

“Ini bener-bener bikin stres para pemain, staf, dan semuanya, tapi kami nggak punya dukungan itu, dan saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini. Kami cuma ingin kedamaian, yang mana itu adalah inti dari FIFA, ‘kedamaian, kegembiraan,’ dan hal-hal semacam itu,” ungkap Mehdi Taremi, Striker Iran.

Rangkaian pembatasan politis ini bener-bener menempatkan tim nasional Iran, dalam posisi yang tidak diuntungkan secara fisik maupun mental dalam peta persaingan Grup G.

Namun FIFA sepertinya tidak berdaya menghadapi semua kebijakan pemerintah Donald Trump yang menghambat ajang Piala Dunia 2026, dan FIFA hanya bisa pasrah tanpa memberi bantuan yang maksimal. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *