Pemecatan di Piala Dunia 2026, Kontrak 4 Tahun Pelatih Tunisia Hangus Dalam 90 Menit

World Cup 2026: Efek Domino Monterrey, Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi Digantikan Herve Renard

Monterrey, Meksiko – Federasi Sepakbola Tunisia (FTF) resmi memecat pelatih kepala Sabri Lamouchi dan langsung menunjuk ahli taktik asal Prancis, Herve Renard, untuk menakhodai skuat Eagles of Carthage di sisa turnamen FIFA World Cup 2026.

Langkah super cepat yang diumumkan ini merupakan dampak langsung dari kekalahan memalukan Tunisia, dengan skor telak 5-1 dari Swedia dalam laga pembuka grup mereka di Monterrey Stadium.

Sabri Lamouchi menorehkan catatan kelam sebagai korban pemecatan pertama di putaran final kali ini, padahal mantan gelandang Prancis tersebut baru menandatangani kontrak jangka panjang pada Januari lalu yang seharusnya mengikatnya hingga 2028.

Keputusan FTF memecat Sabri Lamouchi bukan sekadar urusan taktik yang gagal, melainkan kepanikan massal sebuah negara yang melihat seluruh investasi masa depan mereka runtuh dalam satu laga akibat gelombang serangan Swedia.

Rapor Merah & Pemecatan Pertama Piala Dunia 2026

Keputusan mendepak Sabri Lamouchi dari kursi kepelatihan bener-bener didasarkan pada akumulasi hasil buruk, yang mencapai puncaknya di Monterrey Stadium. Ketahanan mental skuat Tunisia dinilai runtuh, setelah gagal bersaing di level tertinggi.

Dibantai Swedia 5-1, Pelatih Tunisia, Sabri Lamouchi dipecat – Foto: Dok. AP News
  • 1 Kemenangan & 5 Laga: Sepanjang menakhodai tim sejak Januari, Sabri Lamouchi tercatat hanya mampu meraih satu kemenangan tipis 1-0 saat melawan Haiti pada Maret 2026.
  • Tren Buruk Uji Coba: Persiapan Eagles of Carthage menuju turnamen sudah menunjukkan sinyal bahaya, setelah mereka ditekuk 0-1 oleh Austria dan dihajar habis-habisan 0-5 oleh Belgia dalam laga pemanasan bulan ini.
  • Tragedi 5 Gol Swedia: Kekalahan telak 5-1 di laga pembuka grup menjadi titik nadir, yang membuat FTF langsung mengambil tindakan tegas tanpa menunggu fase grup selesai.

Lamouchi harus meninggalkan posisinya lebih awal, dari kesepakatan kontrak yang sejatinya diproyeksikan berjalan hingga tahun 2028.

Asosiasi Sepakbola Tunisia tidak ingin membuang waktu dengan menunjuk pelatih sementara. Mereka langsung bergerak mendekati Herve Renard yang dinilai memiliki profil mumpuni, dalam menangani situasi krisis di turnamen akbar.

Berdasarkan laporan resmi dari stasiun penyiaran milik pemerintah, Television Tunisienne, kesepakatan antara kedua belah pihak langsung tercapai.

Herve Renard yang kini berusia 57 tahun dijadwalkan langsung mendarat di Meksiko pada Selasa (16/06/26) malam, untuk langsung mengambil alih sesi latihan taktis dan bergabung dengan skuat pemain.

Renanrd langsung mempersiapkan strategi darurat, menjelang laga krusial menghadapi Jepang disusul laga penutup grup melawan Belanda.

Pelatih Tunisia yang baru, Herve Renard – Foto: Dok. AFP

Pernyataan resmi FTF di media sosial menegaskan bahwa Renard diberikan mandat penuh, untuk memimpin tim nasional Tunisia hingga akhir Piala Dunia mereka selesai.

Meski fokus utama adalah sisa laga fase grup, klausul kontrak mencantumkan bahwa negosiasi kemitraan jangka panjang akan kembali dibuka pasca-turnamen berdasarkan target olahraga yang spesifik, demikian pernyataan Resmi Federasi Sepakbola Tunisia (FTF).

Renard dikenal memiliki catatan emas, termasuk keberhasilannya merengkuh dua kali trofi juara Piala Afrika bersama dua negara berbeda.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, dia menjadi aktor utama yang memimpin Arab Saudi menciptakan salah satu kejutan terbesar sepanjang sejarah sepakbola, dengan menumbangkan sang juara bertahan Argentina di fase grup.

Setelah sempat hengkang, Renard kembali ke Arab Saudi untuk membantu timnas mereka lolos ke putaran final Piala Dunia berturut-turut untuk ketiga kalinya, sebelum posisinya digantikan Georgios Donis menjelang turnamen dimulai.

Di panggung sebesar Piala Dunia, waktu adalah komoditas paling mewah sekaligus kejam, di mana kontrak kerja berdurasi empat tahun bisa hangus sepenuhnya hanya dalam durasi 90 menit pertandingan.

Dengan mendatangkan Herve Renard, pria yang reputasinya dibangun dari kemampuan menjinakkan kemustahilan di turnamen besar, Tunisia sedang melakukan perjudian paling mahal di bawah sorot lampu sepakbola dunia.

Mereka tidak sedang mencari stabilitas jangka panjang, mereka sedang menyewa jasa seorang penyelamat darurat untuk menghentikan pendarahan sebelum penerbangan pulang ke Tunis dipesan lebih awal. (*)

Baca juga : 

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *