New York, AS – Kapten tim nasional Prancis, Kylian Mbappe, resmi mengukir sejarah baru sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus.
Mbappe kini mengoleksi 58 gol, setelah mencetak dua gol gemilang dalam kemenangan mendebarkan 3-1 atas Senegal pada laga pembuka Grup I FIFA World Cup 2026 Rabu (17/06/26) dinihari.
Dua gol penyerang Real Madrid itu dan satu gol tambahan dari Bradley Barcola tidak hanya menyegel 3 poin bagi armada Didier Deschamps, tetapi juga sukses mengubur trauma kekalahan historis dari wakil Afrika Barat tersebut pada Piala Dunia 2002 silam.
Senegal sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Ibrahim Mbaye, sebelum tembakan roket jarak jauh Mbappe di masa injury time secara meruntuhkan perlawanan skuad asuhan Pape Thiaw.
Kronologi Kebangkitan Les Bleus
Pertandingan pembuka Grup I berjalan dengan intensitas yang bener-bener tinggi sejak menit awal.
Kendati Senegal mendominasi ancaman di paruh pertama, penyesuaian taktik Didier Deschamps setelah turun minum berhasil membalikkan keadaan secara instan.
- Pemecah Kebuntuan: Memanfaatkan umpan cerdik Michael Olise, Kylian Mbappe melepaskan tembakan akurat pada menit ke-66 untuk membuka skor 1-0.
- Gol Kedua: Pemain pengganti Bradley Barcola membawa Prancis unggul 2-0 pada menit ke-82.
- Drama Injury Time: Ibrahim Mbaye memperkecil skor menjadi 2-1 di menit ke-90+5, yang langsung dibalas semenit kemudian lewat sepakan jarak jauh Kylian Mbappe yang menutup skor menjadi 3-1.

Kemenangan emosional ini tidak hanya menempatkan nama Kylian Mbappe di puncak tertinggi sejarah sepakbola Prancis, melainkan juga menorehkan tinta emas bagi sang arsitek tim, Didier Deschamps.
Laga melawan Senegal ini menjadi pertandingan Piala Dunia ke-20 bagi Didier Deschamps sebagai pelatih kepala.
“Kemenangan ini bikin kami bisa sedikit lebih tenang. Kita sudah lihat sendiri dari tim-tim lain, yang namanya menang itu tidak pernah mudah. Tapi kami tahu kalau kami punya kemampuan untuk mencetak gol kapan saja. Kami harus tetap tenang dan rileks, fokus sama apa yang harus kami lakukan. Sekarang fokus kami beralih ke pertandingan melawan Irak,” ujar Kylian Mbappe, Kapten Timnas Prancis dikutip dari FIFA.
Meskipun perhatian publik tertuju pada rekor gol Mbappe, penghargaan pemain terbaik laga ini (Player of the Match) jatuh ke gelandang kreatif Prancis, Michael Olise, berkat visi bermainnya yang luar biasa di lini depan.
Olise menjadi motor serangan utama yang memberikan assist bagi gol pertama Mbappe. Efektivitas lini serang ini menjadi modal berharga Prancis, mengingat persaingan di putaran final kali ini tidak memberikan ruang untuk bersantai sedikit pun.

Menonton babak pertama di New Jersey Stadium malam itu seperti melihat sebuah film pasca-apokaliptik, di mana sang protagonis utama dikepung memori buruk masa lalu mereka sendiri.
24 tahun lalu di Seoul, Prancis jatuh tersungkur oleh Senegal dalam salah satu kejutan paling traumatis sepanjang sejarah sepakbola modern. Namun, sepakbola elit selalu menyisakan ruang bagi para jenius untuk menulis ulang takdir mereka.
Kemenangan 3-1 atas Senegal menegaskan bahwa Prancis telah bertransformasi menjadi kesatuan taktis, yang jauh lebih matang di bawah tekanan mental tingkat tinggi. (*)
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup J | Poin |
| 1 | Norwegia | 3 |
| 2 | Prancis | 3 |
| 3 | Senegal | 0 |
| 4 | Irak | 0 |
Baca juga :





