Boston, AS – Penyerang Erling Haaland sukses menandai debut impiannya di putaran final Piala Dunia, dengan mencetak sepasang gol.
Sang predator membawa tim nasional Norwegia menggilas Irak dengan skor telak 4-1 pada laga pembuka Grup I FIFA World Cup di Boston Stadium Rabu (17/06/26).
Kemenangan bersejarah yang diraih pada laga pembuka ini, menjadi momen emosional bagi skuat asuhan Stale Solbakken, mengingat ini merupakan poin penuh pertama yang berhasil dipetik Norwegia di panggung Piala Dunia dalam 28 tahun terakhir.
Haaland membuka keunggulan sebelum disamakan striker veteran Irak, Aymen Hussein. Namun, insting mematikan penyerang Manchester City itu kembali membawa Norwegia memimpin guna mengunci posisi Norwegia di puncak klasemen sementara Grup I.
Selama hampir tiga dekade, Norwegia hanya menjadi penonton pasif ketika turnamen terbesar di bumi ini memutar roda sejarahnya, membiarkan bakat-bakat terbaik mereka meredup tanpa pernah merasakan rumput putaran final.
Namun ketika peluit pertama ditiup di Boston, ketenangan itu menguap dan bertransformasi menjadi agresivitas murni yang bener-bener mengerikan bagi lini pertahanan The Lions of Mesopotamia.
Runtuhnya Perlawanan Singa Mesopotamia
Kendati skor akhir menunjukkan angka yang bener-bener mencolok, jalannya laga di Boston Stadium sejatinya sempat berlangsung sengit. Skuat Irak menunjukkan potensi besar yang merepotkan barisan pertahanan wakil Eropa itu.
- Skema Aliran 14 Operan: Gol pertama Norwegia tercipta melalui proses kerja sama tim yang bener-bener rapi, dimulai dari kiper Orjan Nyland, melewati 14 operan pendek, sebelum diselesaikan dengan sontekan Erling Haaland di tiang jauh memanfaatkan umpan David Moller Wolfe.
- Respon Sejarah Irak: Penyerang veteran Aymen Hussein sempat membangkitkan asa Irak lewat sundulan tajam menyambut umpan Amir Al Ammari pada menit ke-39, menjadikannya pemain Irak kedua sepanjang sejarah yang mencetak gol di Piala Dunia.

- Blunder Lini Belakang: Kegagalan komunikasi antara bek Zaid Tahseen dan penjaga gawang Jalal Hassan pada menit ke-43, langsung dihukum secara klinis oleh Erling Haaland untuk mengembalikan keunggulan Norwegia menjadi 2-1 sebelum turun minum.
- Hukuman Pemborosan Peluang: Irak sejatinya memiliki sederet peluang emas untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak kedua, namun kegagalan mereka bener-bener harus dibayar mahal oleh efektivitas taktis Norwegia di sisa waktu laga.
Keputusan pelatih Stale Solbakken untuk melakukan rotasi di paruh kedua, terbukti bener-bener jitu guna meredam momentum kebangkitan yang coba dibangun skuat Irak.
Hanya berselang tiga setengah menit setelah menginjakkan kaki di lapangan hijau sebagai pemain pengganti di babak kedua, bek Leo Ostigard berhasil memperlebar jarak skor menjadi 3-1 di menit ke-76.
Kemenangan nyaman Norwegia akhirnya dipastikan secara mutlak di menit ke-90+6, setelah Aymen Hussein melakukan gol bunuh diri di masa injury time, dan menutup skor 4-1 untuk Norwegia.
Keberhasilan menyabet penghargaan pemain terbaik (Player of the Match) semakin menegaskan status Erling Haaland sebagai sosok predator paling menakutkan di era modern.
Rekor catatan impresif Haaland adalah selalu mencetak gol, dalam 11 penampilan kompetitif terakhirnya untuk Norwegia sejak November 2024.

Dengan tambahan sepasang gol di Boston, koleksi gol internasional Haaland untuk negaranya kini berada di angka yang bener-bener fantastis, yaitu 57 gol hanya dari 51 penampilan sepanjang kariernya.
“Kalau dipikir-pikir saya tidak mencetak gol terbanyak musim ini, jadi secara statistik sebenarnya tidak. Saya pikir Harry Kane dan Mbappe mencetak gol lebih banyak dari saya. Jadi saya bukan yang terbaik,” ujar Erling Haaland, Penyerang Norwegia dikutip dari FIFA.
Ada sejenis keheningan menakutkan dari cara Erling Haaland berjalan memasuki lorong Boston Stadium, sejenis ketenangan mutlak dari seorang pria yang tahu bahwa seluruh ekspektasi dari satu generasi sepakbola negaranya dibebankan di atas pundaknya.
Di hadapan puluhan ribu pasang mata, Haaland tidak sekadar bermain sepakbola, dia sedang melepaskan rasa lapar yang terpendam selama 28 tahun.
Skuat The Lions of Mesopotamia dipaksa menerima pelajaran berharga, mengenai arti sebuah efisiensi di level tertinggi sepakbola dunia.
Dengan modal tiga poin penting yang membawa mereka melesat ke puncak klasemen sementara Grup I, Norwegia kini menatap laga-laga berikutnya dengan kepercayaan diri tinggi. (*)
Klasemen Sementara Piala Dunia 2026 :
| Pos | Tim – Grup I | Poin |
| 1 | Norwegia | 3 |
| 2 | Prancis | 3 |
| 3 | Senegal | 0 |
| 4 | Irak | 0 |
Baca juga :





