Semarang — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melaksanakan rangkaian agenda strategis di Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (30/07/2026).
Dalam kunjungan kerja tersebut, Kepala Negara meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang yang bernilai historis tinggi, serta memimpin peluncuran massal kredit perumahan rakyat guna menjawab tantangan backlog hunian nasional.
Setibanya di Stasiun Semarang Tawang, Presiden Prabowo disambut dengan antusiasme tinggi oleh ribuan masyarakat dan pelajar yang memadati kawasan sekitar.
Sebelum meninjau panel pembaruan bangunan, Kepala Negara meluangkan waktu untuk menyapa warga.
Proyek revitalisasi dan beautifikasi stasiun bersejarah ini diselesaikan dalam kurun waktu 330 hari atas arahan langsung Presiden.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa stasiun tersebut mulai beroperasi pada tahun 1914 di bawah pemerintahan kolonial Hindia Belanda.
Tahap pertama pemugaran mencakup restorasi fasad utama, balai besar (hall), serta pengembalian estetika arsitektur sisi barat dan timur sesuai dokumentasi arsip autentik.
“Sejarah mencatat bahwa Presiden Republik Indonesia yang pertama menggunakan stasiun ini untuk berangkat ke daerah-daerah lain untuk menjalankan tugas negara di awal kemerdekaan. Karena itu menjaga, melestarikan Stasiun Tawang ini tidak hanya menjaga dan melestarikan satu bangunan, tapi juga menjaga identitas dan menjaga memori dan perjalanan sejarah kita.” — Presiden Prabowo Subianto
Kepala Negara menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai akar sejarahnya. Seluruh warisan arsitektur masa lampau dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun karakter dan identitas nasional di tengah dinamika zaman modern.
Peresmian tersebut turut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Agraria dan Tata Ruang Nusron Wahid, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Perumahan Rakyat Lewat Terobosan Global
Dalam agenda terpisah di hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto memimpin peresmian Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar.
Acara tersebut diselenggarakan secara hibrida dengan pusat kegiatan di kawasan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang.
Pemerintah memberikan apresiasi kepada kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, perbankan, pengembang, serta sektor swasta.
Kendati demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa skala kebutuhan hunian masyarakat masih sangat masif dan memerlukan langkah-langkah terobosan yang luar biasa.
“Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai adalah cukup membanggakan tapi kita sadar juga bahwa kebutuhannya masih sangat-sangat banyak. Dan kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif.” — Presiden Prabowo Subianto
Guna mencapai percepatan tersebut, Presiden mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji model pembangunan perumahan dari negara lain yang terbukti efektif, seperti keberhasilan India dalam membangun 40 juta unit rumah dalam rentang waktu 12 tahun.
Kepala Negara menekankan pentingnya keberanian institusional untuk keluar dari zona nyaman, mengambil risiko yang terukur, serta mengadopsi teknik baru.
Sinergi erat antara pemerintah, perbankan Himbara, dan sektor swasta diibaratkan sebagai satu kesebelasan yang solid dengan semangat Indonesia Incorporated.
“Kita ini harus jadi satu, satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama,” tegas Presiden, menutup rangkaian kunjungan kerjanya dengan penekanan bahwa pemenuhan hak atas hunian yang layak merupakan elemen krusial bagi perlindungan dan rasa aman warga negara.





