Krisis Politik Perancis Memuncak: Perdana Menteri Mengundurkan Diri

Sébastien Lecornu Berakhir dengan Cepat, Emmanuel Macron Hadapi Tantangan Baru

Paris, Prancis – Perdana Menteri Perancis, Sebastien Lecornu mundur dari jabatannya hanya dalam waktu kurang dari sebulan setelah dilantik, di tengah kritik luas terhadap kabinet barunya.

Lecornu menjadi perdana menteri ketiga Perancis dalam setahun, yang menunjukkan ketidakstabilan politik yang terus menghantui negara tersebut.

Lecornu menghadapi kritik luas dari partai oposisi, karena kabinet barunya yang hampir tidak berubah dari pemerintahan sebelumnya.

Masa jabatan Perdana Menteri Prancis – Grafis: Dok.The Guardian

Dilansir dari The Guardian, Presiden Prancis, Emmanuel Macron sekarang dihadapkan pada pertanyaan. Apakah akan membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan baru ?

Partai Politik Gagal Berkompromi

Dalam pidato singkat di luar kediaman resmi Perdana Menteri, Lecornu menyalahkan partai-partai politik yang tidak mau berkompromi.

“Partai-partai politik terus berperilaku dengan ‘appetites’ partisan, seolah-olah mereka memiliki mayoritas absolut di parlemen, padahal tidak ada yang memiliki mayoritas,” katanya.

Jordan Bardella, Presiden Partai sayap kanan National Rally meminta Macron untuk membubarkan parlemen, dan mengadakan pemilihan baru.

“Tidak ada stabilitas tanpa pemilu dan pembubaran Majelis Nasional,” katanya kepada The Guardian.

Prancis saat ini tengah menghadapi krisis politik yang berkepanjangan, setelah Macron mengadakan pemilihan umum yang tidak meyakinkan tahun lalu.

Parlemen tetap terbagi menjadi tiga blok: kiri, kanan, dan tengah, tanpa mayoritas yang jelas. (YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *