“Lapor Pak Purbaya” Diserbu 28.390 Aduan Pajak dalam 7 Hari, Tunjukkan Dahaga Publik Akan Keterbukaan

Kanal WhatsApp Bea Cukai dan Pajak Kejutkan Otoritas; Terungkap, Mayoritas Keluhan adalah Aduan Murni. Waspada Modus Penipuan Konfirmasi!

Jakarta — Baru tujuh hari beroperasi, kanal pengaduan terbaru untuk layanan perpajakan dan bea cukai, yang dinamai “Lapor Pak Purbaya,” telah menjadi titik fokus baru bagi keluhan publik.

Diluncurkan pada 15 Oktober 2025, saluran berbasis pesan instan WhatsApp ini dengan cepat berubah menjadi megapon bagi masyarakat yang ingin didengarkan.

Data terbaru menunjukkan betapa haus publik akan saluran pengaduan yang mudah diakses: dalam satu minggu saja, otoritas telah menerima dan memverifikasi sedikitnya 28.390 interaksi dari masyarakat.

Angka masif ini mencerminkan tingginya frustrasi atau kebutuhan informasi mendesak terkait administrasi negara.

Dalam media briefing yang digelar Jumat (24/10), Purbaya selaku penanggung jawab kanal, merinci jenis-jenis laporan yang mendominasi kotak masuk mereka, menegaskan bahwa ini bukanlah sekadar pertanyaan biasa.

“Sebanyak 28.390 sudah diverifikasi. 14.025 aduan, 722 masukan, 353 pertanyaan dan 432 lain-lain,” kata Purbaya dihadapan para wartawan.

Angka tersebut jelas menunjukkan bahwa lebih dari separuh (sekitar 50%) dari total interaksi merupakan aduan murni (14.025 kasus), mengindikasikan adanya masalah substantif di lapangan yang memerlukan perhatian serius dari otoritas terkait.

Fokus Layanan dan Validasi Laporan

Kanal ini, yang dapat dihubungi melalui nomor WhatsApp 082240406600, dirancang untuk memotong birokrasi dan mendekatkan petugas kepada rakyat.

Namun, dengan tingginya volume laporan, proses validasi dan tindak lanjut menjadi krusial.

  • Mayoritas Keluhan: Hampir 15.000 interaksi adalah keluhan formal atau aduan. Ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk segera membenahi sektor layanan perpajakan dan bea cukai.
  • Masukan dan Pertanyaan: Ribuan warga juga memanfaatkan saluran ini untuk menyampaikan masukan konstruktif (722) dan mencari kejelasan terkait prosedur (353).

Otoritas memastikan bahwa setiap pelapor akan dikonfirmasi demi memverifikasi kebenaran laporan. Namun, di saat yang sama, mereka juga mewanti-wanti potensi penyalahgunaan atau penipuan.

Ancaman Penipuan Mengintai: Peringatan Keras dari Otoritas

Respons cepat dari publik juga membuka celah bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Purbaya menegaskan, seluruh proses konfirmasi laporan kepada warga akan dilakukan melalui satu nomor telepon resmi yang telah ditetapkan.

“Nomor kontak yang akan melakukan konfirmasi ke pelapor harus clear 08159966662. Kita akan melakukan konfirmasi pakai nomor ini,” tegas Purbaya, menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian.

Pelapor diimbau untuk tidak merespons panggilan atau pesan dari nomor selain yang disebutkan di atas, sebagai langkah antisipasi terhadap modus penipuan yang mungkin memanfaatkan popularitas kanal ini.

“Jadi selain nomor ini jangan diangkat, jadi kalau melakukan laporan ke saya dan kami hanya melakukan konfirmasi dengan nomor tunggal ini,” tutupnya,

memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa prosedur tindak lanjut yang mereka lakukan memiliki jalur komunikasi yang jelas dan terverifikasi.(YA)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *