Kuala Lumpur, Malaysia – Tiongkok mendesak negara-negara tetangga, termasuk Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara anggota ASEAN, untuk memperkuat kerja sama dalam bidang sains dan teknologi.
Seruan ini secara tegas disampaikan Beijing demi menghadapi tantangan revolusi industri dan transformasi teknologi global.
Menurut laporan Kantor Berita Xinhua, Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang menyoroti peluang besar dalam sektor-sektor kunci seperti kecerdasan buatan (AI), robotik, dan biomedis.
Ia menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato saat pertemuan para pemimpin dengan ASEAN, Jepang, dan Korea Selatan di Malaysia.
Fokus Digital & Energi Bersih
Li Qiang menegaskan kesiapan Tiongkok untuk terus menjalin kolaborasi erat di berbagai sektor strategis lainnya.

“Tiongkok bersedia melanjutkan kerja sama di bidang ekonomi digital, kendaraan listrik (EV), dan energi bersih,” ujar Li, sebagaimana dikutip dari Xinhua.
Pernyataan ini menggarisbawahi ambisi Beijing untuk menjadikan Asia Timur dan Tenggara sebagai pusat inovasi teknologi, sekaligus memastikan kawasan ini tetap kompetitif di kancah global.
Peringatan Keras ‘Campur Tangan Asing’
Dalam kesempatan yang sama, Li Qiang juga menyampaikan peringatan keras terkait upaya menciptakan ketegangan di kawasan. Ia menekankan pentingnya penyelesaian perbedaan melalui dialog.
“Kita harus berpegang teguh pada penyelesaian perbedaan secara baik melalui dialog dan konsultasi, menentang campur tangan eksternal, serta menghindari upaya menciptakan ketegangan dan konflik secara artifisial,” tegas Li dalam pidatonya mengacu pada sumber Reuters.
Seruan kolaborasi sains-teknologi ini dinilai sebagai upaya Tiongkok untuk membina stabilitas regional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi bersama, dengan fokus pada proyek-proyek riset dan pengembangan teknologi (R&D) bersama. (YA)





