London, Inggris – Raksasa penyiaran Inggris, BBC, terpaksa mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump atas pemotongan klip pidato 6 Januari yang ‘menyesatkan’ dalam program investigasi ‘Panorama’.
Meski mengakui kesalahan editorial, korporasi tersebut dengan tegas menolak tuntutan ganti rugi senilai $ 1 Miliar (sekitar £ 759 Juta) yang dilayangkan oleh tim hukum Presiden AS itu.
Kontroversi ini berpusat pada episode ‘Panorama’ yang menyunting pidato Trump sedemikian rupa, sehingga menciptakan kesan yang keliru.
Dalam rilis Koreksi dan Klarifikasi resmi pada Kamis (13/11/25) malam, BBC menyatakan, “Kami menerima bahwa suntingan kami secara tidak sengaja menciptakan kesan bahwa kami menampilkan satu bagian pidato yang berkelanjutan, dan ini memberikan kesan keliru bahwa Presiden Trump telah membuat seruan langsung untuk tindakan kekerasan.”
Tim hukum Trump merespons dengan ancaman gugatan $ 1 Miliar, menuntut penarikan tayangan, permintaan maaf dan kompensasi finansial. Namun, BBC membedakan antara penyesalan editorial dan tanggung jawab hukum.
“Meskipun BBC dengan tulus menyesali cara klip video itu disunting, kami sangat tidak setuju bahwa ada dasar untuk klaim pencemaran nama baik,” tegas seorang juru bicara BBC.
Secara terpisah, Ketua BBC, Samir Shah telah mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi dengan mengirimkan “surat pribadi kepada Gedung Putih,” yang menjelaskan penyesalan korporasi secara langsung kepada Presiden Trump.

Menanggapi skandal ini, Trump, dalam wawancaranya dengan Fox News, menuduh BBC telah “membantai” (butchered) pidatonya dan “menipu” pemirsa.
Gejolak Internal & Skandal Susulan
Skandal edit ini telah memicu gejolak internal yang masif. Buntut dari insiden ini dilaporkan berujung pada pengunduran diri Direktur Jenderal BBC Tim Davie, dan kepala berita, Deborah Turness.
BBC juga memastikan program kontroversial tahun 2024 itu, tidak akan ditayangkan kembali.
Situasi semakin memanas setelah The Daily Telegraph mengungkap dugaan klip suntingan serupa dalam program ‘Newsnight’ tahun 2022.
Dalam siaran itu, pidato Trump yang berbunyi, “Kami akan berjalan ke Capitol, dan kita berjuang. Kita berjuang sekuat tenaga,” disandingkan langsung dengan visual kerusuhan.

Mantan kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney menyebut video ‘Newsnight’ itu telah “menggabungkan” bagian pidato yang terpisah.
“Baris tentang ‘kami berjuang dan berjuang sekuat tenaga’ sebenarnya ada di bagian akhir pidato,” jelas Mulvaney.
Temuan ini menjadi amunisi baru bagi tim Trump. Seorang juru bicara tim hukum mengatakan kepada The Telegraph bahwa “Sekarang jelas bahwa BBC terlibat dalam pola pencemaran nama baik terhadap Presiden Trump.” (YA)





