Bogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor mencatat 11 kejadian bencana akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada Minggu (2/3/2025) malam. Dari jumlah tersebut, delapan titik mengalami longsor yang mengakibatkan empat rumah rusak.
“Berdasarkan laporan yang masuk, total ada 11 laporan kejadian, rinciannya longsor delapan titik, rumah ambruk satu titik, pohon tumbang satu kejadian dan banjir lintasan,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah, Senin (3/3/2025).
Hidayatullah menjelaskan bahwa bencana tersebar di empat dari enam kecamatan yang ada di Kota Bogor. Meski demikian, tidak ada laporan korban luka akibat peristiwa tersebut.
Bendung Katulampa Siaga 1, Warga Hilir Diminta Waspada
Sementara itu, Bendung Katulampa mencatat Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Ciliwung mencapai 220 cm dan berstatus Siaga 1 banjir. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengimbau warga di kawasan hilir Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi luapan Sungai Ciliwung pada Senin pagi.
“Kami mendapatkan laporan dari Bendung Katulampa, tepatnya pukul 21.00 WIB debit air dan ketinggian di Bendung Katulampa sudah mencapai 200 centimeter. Artinya kita sudah masuk ke Siaga 2 dan setengah jam kemudian sekitar pukul 21.33 WIB debit air meningkat jadi 220 centimeter,” kata Dedie kepada wartawan, Minggu (2/3/2025) malam.
Dedie meminta warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung, terutama di Jakarta, agar bersiap menghadapi kemungkinan banjir. Air kiriman dari Bendung Katulampa diperkirakan tiba di wilayah Jakarta sekitar pukul 06.30 WIB pada Senin pagi.
“Kemungkinan limpasan air ini akan tiba di wilayah Jakarta sekitar pukul 06.30 WIB di Hari Senin besok,” ujarnya. (Hp)





