Washington, AS – Proses krusial pembagian grup untuk putaran final Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim, dipastikan tidak akan berjalan biasa.
Pengundian (draw) yang digelar pada Jumat (05/12/25) di Washington, Amerika Serikat, akan menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya FIFA menggunakan mekanisme rumit untuk format 12 grup, termasuk inovasi penempatan kuadran bagi tim unggulan teratas.
Acara megah yang dijadwalkan mulai pukul 12.00 waktu setempat (atau 17.00 GMT) ini bukan sekadar seremonial, tetapi penentuan nasib 48 negara melalui serangkaian aturan ketat, mulai dari batasan konfederasi hingga risiko deadlocking (kemacetan pengundian).
Piramida Terbalik di Awal
Dengan 48 negara peserta, FIFA membagi tim ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim.
Proses ini bertujuan menciptakan keseimbangan kompetisi, namun kerumitan pengundian yang melibatkan empat pot berdasarkan Peringkat Dunia FIFA menjadikannya sebuah teka-teki.

- Tiga Tuan Rumah – Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat – otomatis mengisi Pot Satu, ditempatkan di posisi 1 (A1, B1, D1) pada grup yang telah ditentukan. Hal ini menjamin mereka memainkan seluruh laga grup di kandang masing-masing.
- Mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, akan memimpin proses pengundian, didampingi pembawa acara Samantha Johnson dan legenda olahraga seperti Tom Brady dan Shaquille O’Neal.
Strategi Kuadran & Negara Unggulan
Dalam upaya meminimalkan pertemuan tim-tim raksasa di babak knockout awal, FIFA merilis status Negara unggulan khusus untuk empat tim teratas di Peringkat Dunia: Spanyol, Argentina, Prancis, dan Inggris.
Keempat tim ini akan ditempatkan pada kuadran berbeda di bagan eliminasi. Skema ini memastikan bahwa empat tim peringkat teratas dunia berada di sisi yang berlawanan ,dan hanya bisa bertemu di laga final.
- Spanyol (1)
- Argentina (2)
- Prancis (3)
- Inggris (4)
“Jika salah satu dari empat tim unggulan ini finis sebagai runner-up grup, maka mereka kehilangan hak istimewa peringkat tersebut,” demikian pernyataan FIFA yang dikutip dari BBC Sport.

Hal ini berarti tim unggulan yang gagal juara grup, berpotensi bertemu unggulan lain di babak 32 besar.
Batasan & Ancaman Deadlocking
Aturan kunci yang harus dipatuhi adalah, tidak boleh ada lebih dari satu tim dari konfederasi yang sama per grup.
Pengecualian berlaku untuk UEFA (Eropa) karena memiliki 16 tim. Artinya, empat grup akan diisi oleh dua negara Eropa.
Proses pengundian harus mencegah situasi deadlocking, yaitu kondisi di mana pengundian tidak mungkin diselesaikan karena semua peraturan telah dilanggar.
“Komputer FIFA akan melakukan tugas berat untuk memastikan semuanya berjalan lancar,” terang FIFA.

Kerumitan bertambah dengan masuknya tim-tim yang lolos dari jalur play-off antar-konfederasi di Pot Empat. Tim-tim ini mungkin “melompati” grup secara acak untuk mematuhi batasan konfederasi.
Upacara pengundian di Washington ini akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari Andrea Bocelli, Robbie Williams, dan Nicole Scherzinger, serta pidato dari Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pembawa acara utamanya adalah supermodel Heidi Klum, komedian Kevin Hart, dan aktor Danny Ramirez.
Meskipun lawan di fase grup akan diketahui, tim finalis masih harus bersabar. Jadwal lengkap pertandingan, termasuk tempat pertandingan dan waktu kick-off, akan diumumkan 24 jam kemudian dalam siaran langsung. (YA)





